Jumat, 05 Februari 2016
Sepenggal Kisah.........05022016
Selasa, 26 Januari 2016
Prioritas Menabung
Hi, udah lihat gambar piggy di atas kan ?Yup, This is all about money.. Tulisan saya kali ini temanya tentang 'Keuangan'. Saya lagi gak pengen nulis cinta-cintaan yang menye-menye itu. Hahay...
Meskipun saya bukan orang yang berkecimpung di dunia keuangan, finansial, dan kawan-kawannya, tapi saya mau share sedikit tentang cara saya menabung di tengah himpitan tuntutan hidup ini. Sebelumnya saya adalah orang yang boros. Suka belanja. Ingat, hanya suka, bukan gila belanja. Saya juga suka mentraktir sahabat dan sepupu saya, dan kaki saya panjang-suka hang out kesana sini dan terkadang malas naik angkot, serta lebih mengandalkan Go-Jek. Setelah mempunyai dua tujuan utama yaitu, menikah secara adat Batak dan mengambil Magister, saya langsung 'ikat pinggang' sekencang-kencangnya. Menyetop beberapa pengeluaran tidak penting dan mengalihkan uang tersebut ke kantong tabungan.
Awalnya, saya membuat tingkatan prioritas dulu. Kemana uang saya harus mengalir? Lalu saya membuat list pemasukkan dan pengeluaran rutin saya setiap bulannya. Puji Tuhan, pemasukan saya berasal dari dua sumber. Dari dulu saya memang tidak mau mengandalkan pemasukan dari satu sumber saja. Maka, selain bekerja di sekolah saya juga membuka les piano privat untuk anak-anak. Tapi murid saya hanya dua orang saja, karena saya masih ada waktu untuk kuliah S2.
Jadi, beginilah saya mengatur keuangan saya..
Pertama, saya mengatur dari penghasilan saya yang utama dahulu, yaitu gaji dari sekolah.
30% penghasilan saya, dialihkan untuk biaya resepsi (estimasi untuk 18 bulan)
20% penghasilan saya, dialihkan untuk biaya kuliah ( kira-kira 5 bulan sekali pembayaran)
10% penghasilan saya, dialihkan untuk bayar listrik kira-kira Rp 150.000/bulan (saya punya token sendiri untuk kamar saya), pulsa hp kira-kira Rp 200.000/bulan, uang parkir mobil, dan kebutuhan mendadak lainnya
25% penghasilan saya adalah tabungan yang tidak dapat diganggu gugat
15% sisanya untuk biaya ongkos dan makan sehari-hari (Cukup gak? cukup lah, jarak tempat kerja dan rumah dekat kok ;) )
Kedua, pemasukan dari hasil mengajar privat saya pos-kan untuk biaya tak terduga lainnya-bisa jadi tak terpakai sama sekali (Amin.....). Kalau tidak terpakai, ya saya masukkan kembali ke pos 'tabungan yang tidak dapat diganggu gugat'.
Awalnya sih berat untuk membuat pos-pos tabungan seperti ini, tapi saya harus bisa. Saya ingin masa depan lebih aman dengan menabung. Amen..
*******************************************************************
Lihat postingan lainnya tentang menabung di :
http://www.thesimpledollar.com/little-steps-100-great-tips-for-saving-money-for-those-just-getting-started/
https://www.bankofamerica.com/deposits/manage/ways-to-save-money.go
http://yscommunity4s.blogspot.co.id/2015/02/cara-menabung-yang-efektif-dijamin-cepat-kaya.html
http://microgist.blogspot.co.id/2015/02/cara-menabung-untuk-membeli-rumah.html
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/12/11/08135434/10.cara.mudah.menabung
Senin, 25 Januari 2016
Asking
He came to my house with me. Before, we spent Saturday morning to afternoon at my campus, sitting on the chair near the park there. We shared all of our dissapointment, our problem, our decision for the future. I was very happy, I'm grateful to realize that I have him beside me all the time...
Yeah, I just pray that all our wedding preparation be blessed from Father above. I just want the best for my future with him. Amen...
Jumat, 15 Januari 2016
15012016
Karena yang aku inginkan kamu cukup mengerti apa yang aku rasa. Bukan hanya memberi label 'lebay' untukku secara tidak langsung. Bukan dengan cara meninggalkan pembicaraan dan menggantungnya.
Karena aku hanya ingin dimengerti atas perbuatan orang yang sama sekali tidak pernah aku coba untuk sakiti
When a woman is silent, she's either overthinking, tired of waiting, failing apart, crying inside – or all of the above.
Aku memilih diam dan menunggu waktunya meledak. Karena untuk marah bertubi-tubi sekarang pun tidak ada gunanya karena aku tidak punya bukti nyata untuk ku tunjukkan.
Aku terlalu lelah untuk menjelaskan secara detail kepada orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak mau tahu apa-apa
Aku tidak tahu apa tujuan dia seperti itu...
Pembohong, omong besar.
Merasa paling superior?
Merasa tidak pantas disaingin dalam keluarga?
Atau memang tidak ada bahan obrolan lain?
Terkadang tolol dan polos memang beda tipis...
Aku lebih baik dari kamu...
Keluargaku utuh, tetap dalam lajur keyakinannya
Keluargaku banyak disayang orang
Walaupun aku hanya guru biasa dan gajiku kecil, aku bahagia menjalaninya
Walaupun aku tidak cantik, setidaknya aku baik hati hingga menjadikan aku menarik
Walaupun aku bukan berasal dari keluarga kaya, setidaknya aku tidak pernah mengemis minta makan dari orang lain
Walaupun rumahku kecil, tapi aku dan ibuku selalu menjaga kebersihan dan keindahannya. Tidak seperti kamu !
Aku bukan kamu
Aku tidak kehabisan bahan pembicaraan sehingga membicarakan hal-hal sampah
Aku tidak butuh gosip murahan tentang keluarga itu
Aku tidak ingin merusak tatanan keluarga dengan mengadu domba
Hey, bangun !
Jaga mulutmu supaya tidak lebih cepat daripada otakmu !
Supaya mulutmu bisa diimbangi dengan gelar intelektualmu !
Hey, bangun !
Urusi hal lain daripada mengurusi hubungan orang lain
Tuntaskan pekerjaanmu !
Karena mengurusiku hanya akan membuang waktu berhargamu !
Rabu, 13 Januari 2016
Menikah Ala Batak (Mahal, Rumit, Namun Indah)
Sedari usia remaja saya memimpikan menikah muda. Lulus kuliah lalu menikah. Sempit yah cita-citanya? No, maksud saya ya menikah muda itu agar saya tahu arus dompet saya mengalir kemana dan saya tidak ingin punya usia yang terpaut jauh dengan anak-anak saya kelak. Saya pengin banget dibilang mama gaul.
Masa kecil saya yang walaupun saya tomboy, tetapi masih saya habiskan dengan menonton koleksi film Disney Princess yang ceritanya selalu berakhir bahagia (baca : Sang Putri menikah dengan Pangeran). Mungkin itu adalah sebagian kecil alasan mengapa saya ingin menikah cepat dan yang saya pikirkan saat itu adalah ketika saya menikah, saya akan berjalan memakai gaun putih panjang dan menyusuri taman yang sudah disulap menjadi area pemberkatan sekaligus resepsi pernikahan saya. Yang saya rancang adalah saya memiliki pesta pernikahan di tengah kebun yang banyak bunga dan kain-kain tille putih dan pink untuk dekorasinya, dengan tamu undangan yang sedikit, dan saya berbaur di antara mereka. Ya... ala-ala bule gitulah.
Tapi, semakin saya beranjak dewasa dan sering menemani orang tua ke pesta adat Batak, perlahan saya menyingkirkan mimpi saya tentang pesta pernikahan. Yang saya hadapi adalah keharusan pesta pernikahan dengan adat Batak Toba, yang mempersiapkannya butuh waktu lama, dana ratusan juta, tamu ribuan, dan akan dilaksanakan seharian penuh.
Ya, pesta pernikahan adat Batak adalah salah satu pesta adat pernikahan yang rumit di antara pesta adat suku lainnya seperti Toraja, Minang, dan Bugis ( suku-suku ini termasuk rumit juga loh adatnya).
Dalam kehidupan sehari-hari, suku Batak memiliki keterkaitan hubungan antar individu yang satu dan yang lain, keluarga satu dengan yang lain, marga yang satu dengan yang lain. Adat sangat dijunjung oleh masyarakat Batak yang notabene adalah identitas suku tersebut. Dengan mengetahui tatanan adat Batak, orang Batak akan mudah memperkenalkan dirinya dengan orang Batak lainnya dengan menyebutkan marga, lalu terjadilah cara penyebutan dengan kerabatnya tersebut sesuai urutan marga dan nomor generasi, inilah yang disebut dengan partuturon .
Orang Batak tidak terlepas dari adat istiadat, baik itu acara kelahiran, kematian, memasuki rumah, hingga pernikahan.Adat kecil maupun adat besar pasti akan dilaksanakan oleh orang Batak.
Pernikahan Batak akan dipandang sah bila adat sudah dilaksanakan walaupun yang terutama adalah acara keagamaan (pamasu-masuon). Pengantin batak yang sudah melaksanakan adat pernikahan akan dipandang sah diakui dalam adat keluarga Batak.
Terdapat 7 tata cara pernikahan adat Batak yang dilaksanakan, yaitu :
1. Mangarisika ( Perkenalan)
Pada tahap ini pihak pria melakukan kunjungan tidak resmi ke rumah wanita untuk perkenalan pihak keluarga pria kepada orang tua si wanita
2. Marhori-hori Dinding
Ini adalah tahapan yang berisi pembicaraan antar kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. Tahap ini masih terbatas dalam hubungan kerabat dekat dan belum diketahui oleh umum. Tahap ini merupakan kelanjutan dari mangarisika. Tapi akhir-akhir ini acara marhori-hori dinding sudah termasuk pembicaraan hal-hal pokok dari pesta pernikahan adat, seperti besarnya nilai mas kawin (sinamot) dan tempat pesta pernikahan.
3. Marhata Sinamot
Sinamot adalah tuhor ni boru. Dalam adat Batak, pihak pria 'membeli' wanita yang akan dijadikan istri. Jumlah sinamot yang akan dibayarkan dibicarakan dalam tahapan ini. Sebelumnya terlebih dahulu ada acara makan bersama yang dihadiri beberapa pihak keluarga. Dalam tahap ini ada beberapa hal pokok yang dibicarakan, yaitu sinamot, ulos, parjuhut dan jambar, jumlah undangan, tanggal dan tempat pesta, serta tata cara adat.
4. Martumpol
Martumpol adalah penandatanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Martumpol dilakukan biasanya dua minggu sebelum pesta pernikahan. Dalam hal ini kedua pengantin ikut hadir bersama anggota keluarga ke gereja. Usai ibadah martumpol, warta pernikahan kedua mempelai akan dibacakan dua kali hari Minggu di gereja masing-masing mempelai. Setelah dua kali warta pernikahan, jika tidak ada gugatan dari pihak lain, baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah.
5. Martonggo Raja (pihak pria) atau Maria Raja (pihak wanita)
Ini merupakan kegiatan pra pesta yang sifatnya seremonial untuk membicarakan kelengkapan pesta secara teknis dan non teknis
6. Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan)
Pemberkatan pernikahan kedua mempelai dilakukan di Gereja oleh pendeta. Ketika pemberkatan gereja telah selesai, maka kedua mempelai sudah sah sebagai pasangan suami-istri menurut gereja. Setelah pemberkatan dari gereja, maka kedua belah pihak mengikuti pesta adat.
7. Pesta Unjuk
Pesta ini adalah rangkaian adat dalam pernikahan Batak. Di dalam pesta ini terdapat pembagian jambar (jatah), uang, dan ulos kepada kerabat keluarga.
Demikianlah, sekelumit yang rumit dalam pesta adat pernikahan Batak. Mengingat rumit dan mahalnya rangkaian adat tersebut, maka jarang sekali pasangan Batak yang bercerai. Tadinya saya berpikir untuk tidak melaksanakan adat batak di pernikahan, tetapi semakin bertambahnya usia dan luasnya pergaulan saya dengan orang Batak, maka saya makin mencintai budaya suku sendiri dan ingin terjun di dalamnya.
HORAS !
18.37
Selasa, 12 Januari 2016
Hello 2016
Setiap orang pastinya punya resolusi di tahun yang baru dong. Udah di-list. Entah bakal dilakuin atau nggak. Yang penting punya tujuan dulu kan.
Seperti kebanyakan orang, gue pun punya beberapa resolusi di tahun baru ini, di antaranya melanjutkan resolusi 2015 yang belum kelar :p
Yang jelas, pertama-tama gue mau menyingkirkan beberapa benda kenangan yang semalam gue temukan di kotak di dalam lemari gue..
Dari SD gue punya 'box of memory'. Semua 'harta karun' gue, gue masukin kesitu.
And next year's words await another voice.”
Senin, 16 November 2015
Buzz the Day with 24
No, i dont want say the words that much. Aku cuma pengen berterima kasih saja kepada Tuhan atas karunia dan penyertaannya sepanjang hari sampai aku tetap bisa sehat, bernafas, dan terberkati hingga di usia 24 ini.
Terima kasih untuk seorang ibu yg melahirkan saya ke dunia 24 tahun lalu di usianya yang senja dan sempat terbaring koma ketika melahirkan saya. Mungkin saya selama ini merupakan anak yang menyebalkan, mungkin jalan pikir kita jauh berbeda, tetapi sehat-sehatlah selalu agar bisa mendampingi putrimu yang kepala batu ini. Tetaplah berjalan tegap hingga akhirnya bisa menyerahkanku kepada priaku di depan altar. Tetaplah mengokohkan tangan agar masih bisa menggendong cucumu nanti...
Terima kasih untuk tante dan sepupu saya Ricardo dan Lita yang tetap ada di keadaan saya yang sakit maupun sehat, susah ataupun senang. Saya belum bisa jadi saudara yang menyenangkan, ada saja kelakuan saya yang mungkin menyakiti kalian ya. Saya cukup berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
Teruntuk sahabat, Shintia Dewi...
Nothing to say, but..
I am really love our friendship.
Mendoakan ketika jauh. Saling menanyakan kabar walaupun dalam kemasan 'sat, jing,nyet' hahaha. Terima kasih untuk suara merdunya di instagram. Bali masih terus menanti langkah kita disana :)
Terakhir,
Kamu...
Terima kasih sudah mau mendampingiku selama ini, wanita menyebalkan, manja, dan posesif. Terima kasih untuk waktu dan tenagamu. Atas kejutan, hadiah, dan bunga yang kamu berikan ke tanganku di tengah malam hari ulang tahunku. Untuk pertama kalinya kamu berani mencium pipiku di depan orang tuaku. Terima kasih atas keseriusanmu. Terima kasih, pria menyebalkan!
Maybe you annoy me more than i ever thought, but i want to spend every irritating minutes with you.
Selamat datang, 24...




