Selasa, 26 Januari 2016

Prioritas Menabung









Hi, udah lihat gambar piggy di atas kan ?Yup, This is all about money.. Tulisan saya kali ini temanya tentang 'Keuangan'. Saya lagi gak pengen nulis cinta-cintaan yang menye-menye itu. Hahay...

Meskipun saya bukan orang yang berkecimpung di dunia keuangan, finansial, dan kawan-kawannya, tapi saya mau share sedikit tentang cara saya menabung di tengah himpitan tuntutan hidup ini. Sebelumnya saya adalah orang yang boros. Suka belanja. Ingat, hanya suka, bukan gila belanja. Saya juga suka mentraktir sahabat dan sepupu saya, dan kaki saya panjang-suka hang out kesana sini dan terkadang malas naik angkot, serta lebih mengandalkan Go-Jek. Setelah mempunyai dua tujuan utama yaitu, menikah secara adat Batak dan mengambil Magister, saya langsung 'ikat pinggang' sekencang-kencangnya. Menyetop beberapa pengeluaran tidak penting dan mengalihkan uang tersebut ke kantong tabungan.

Awalnya, saya membuat tingkatan prioritas dulu. Kemana uang saya harus mengalir? Lalu saya membuat list pemasukkan dan pengeluaran rutin saya setiap bulannya. Puji Tuhan, pemasukan saya berasal dari dua sumber. Dari dulu saya memang tidak mau mengandalkan pemasukan dari satu sumber saja. Maka, selain bekerja di sekolah saya juga membuka les piano privat untuk anak-anak. Tapi murid saya hanya dua orang saja, karena saya masih ada waktu untuk kuliah S2.

Jadi, beginilah saya mengatur keuangan saya..

Pertama, saya mengatur dari penghasilan saya yang utama dahulu, yaitu gaji dari sekolah.

30% penghasilan saya, dialihkan untuk biaya resepsi (estimasi untuk 18 bulan)
20% penghasilan saya, dialihkan untuk biaya kuliah ( kira-kira 5 bulan sekali pembayaran)
10% penghasilan saya, dialihkan untuk bayar listrik kira-kira Rp 150.000/bulan (saya punya token sendiri untuk kamar saya), pulsa hp kira-kira Rp 200.000/bulan, uang parkir mobil, dan kebutuhan mendadak lainnya
25% penghasilan saya adalah tabungan yang tidak dapat diganggu gugat
15% sisanya untuk biaya ongkos dan makan sehari-hari (Cukup gak? cukup lah, jarak tempat kerja dan rumah dekat kok ;) )


Kedua, pemasukan dari hasil mengajar privat saya pos-kan untuk biaya tak terduga lainnya-bisa jadi tak terpakai sama sekali (Amin.....). Kalau tidak terpakai, ya saya masukkan kembali ke pos 'tabungan yang tidak dapat diganggu gugat'.



Awalnya sih berat untuk membuat pos-pos tabungan seperti ini, tapi saya harus bisa. Saya ingin masa depan lebih aman dengan menabung. Amen..




     *******************************************************************





Lihat postingan lainnya tentang menabung di :

http://www.thesimpledollar.com/little-steps-100-great-tips-for-saving-money-for-those-just-getting-started/
https://www.bankofamerica.com/deposits/manage/ways-to-save-money.go
http://yscommunity4s.blogspot.co.id/2015/02/cara-menabung-yang-efektif-dijamin-cepat-kaya.html
http://microgist.blogspot.co.id/2015/02/cara-menabung-untuk-membeli-rumah.html
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/12/11/08135434/10.cara.mudah.menabung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar