Selasa, 15 November 2016

My 25

My 25

Thanks to God, because of HIS blessings until this day. Segala sesuatu (mungkin) dimulai di usia ini. Well, usia 25 bukan hanya sekedar memikirkan anti-aging apa yang cocok untuk kulit saya, ke Pulau mana saya harus berwisata sebelum... ehem.. saya dibawa orang...
25... berarti saya tidak bisa lagi bermain-main dengan pekerjaan saya. Berbeda sekali ketika saya masih duduk di tingkat akhir-dimana saya bisa bekerja sambilan atau masa-masa dimana saya bisa seenaknya pindah tempat kerja hanya karena teman kerja saya kurang asik. Saya sadar, pengalaman yang banyak dan mendalam sangat dibutuhkan untuk jenjang karir saya berikutnya. Saya sadar, usia 25 tidak lagi bisa seperti usia 20an awal. Dimana saya bisa dengan entengnya membuang uang untuk sekedar ngopi-ngopi haha-hihi, yang akhirnya saya berpikir 40ribu-50ribu jika saya simpan secara rutin bisa membeli sesuatu yang jauh lebih penting.

25... berarti tidak ada lagi sifat egois dan kekanak-kanakan ala anak tunggal yang dulu kental saya miliki. Berbagi. Sepupu yang segudang, keponakan yang bisa dibuat kesebelasan, dan orang-orang tua yang bisa saya ajak mengobrol tentang kehidupan keluarga, membuat saya berpikir bahwa mengantarkan mama saya arisan jangan hanya duduk dan bermain HP, tapi juga bersosial dengan keluarga lainnya.

25... berarti tidak seenaknya FLING dengan orang lain selain kekasih. Tidak bisa lagi bermain-main karena usia sudah banyak dan untuk ini semua butuh keseriusan. Mempererat komitmen dengan dia yang selalu setia dengan keadaan saya.

Yah.. Saya rasa hidup saya sudah cukup bermakna.Berkat Tuhan yang tidak berhenti mengalir, Kebawelan ibu saya, ngambek-ngambeknya keponakan saya kalau saya hanya mampir ke rumah mereka sebentar-hanya sekedar memeluk dan mencium pipinya, rusuh dan lucunya abang-abang sepupu saya yang super excited mempersiapkan pernikahan saya sampai-sampai mereka mencoba mendesign kebaya saya (haduuuh..tepok jidat), support dari teman-teman terdekat saya, bisa berkumpul dengan PAB 2017 komunitas baru saya, dan... mempersiapkan hari besar dalam hidup saya dengan dia...

Terima kasih, Tuhan.. Pastinya berkat Tuhan selalu ada, saya-nya aja yang kurang bersyukur




Terima kasih, Mami..kalo gak dibawelin gak bakal jadi kayak gini



Terima kasih, Aju dan Lita... Supporter hidup saya yg rela-rela aja rumahnya saya jadikan tempat istirahat kalau sedang bolos




 Terima kasih, Ito dan Eda..Yang selalu repot pengen saya kayak gini, kayak gitu untuk hari besar itu..




Terima kasih, kakak Tita, abang Teo, adek Tier buat kasih sayangnya ke Aunty Shintaaaa... 






Terima kasih, Fidi...Yang selalu sabar dengan mood saya dari zaman kuliah

Terima kasih PAB 2017 yang super rempong, gosip sana sini, ejek2an sana sini, sharing vendor sana sini.. Plis, jangan suka baper kita yaaak..

nb : foto editan mak Duma Hutabarat-arteiis batak PAB 2017


Terima kasih, Cinta... 













Senin, 07 November 2016

Selamat Merayakan Delapan Yang Ke-2

Merayakan delapan yang kedua

Tidak banyak yang bisa aku sampaikan. Cukup saja aku mengenang bagaimana proses kita bisa saling berbicara kembali setelah hampir lima tahun berpisah waktu itu. Bagaimana sesimple itu kita bisa kembali bertemu dengan jujur, tanpa embel-embel hanya ingin berteman saja-urusan pacaran belakangan saja-padahal ujung2nya pacaran juga. Tidak, semua mengalir begitu saja. Setelah terpisah selama itu, kita bisa dengan santainya menyapa,”Apa kabar?” dan “Masih ingat aku kan?”, kemudian terus saling berkomunikasi sampai pada akhirnya di titik delapan itu kita berkomitmen dengan seriusnya. Bersama-sama berperang melawan sakitnya masa lalu, terus berkomitmen menepis semua ketidakcocokan hanya dengan satu kalimat di dalam hati-yang selalu mengingatkan aku untuk tidak berpaling lagi. Kita terus mencoba bangkit ‘kan? Dari hari ke hari dengan segala amarah, tangis, dan tawa. Dari mulai kita saling berdiam karena canggung sampai sekarang kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak tertutupi lagi antara kita. Mulai dari rasa bingung ketika kamu marah dan yang tidak pernah aku mengerti kenapa kalau kamu marah pasti selalu diam dan berbicara seperlunya, sampai sudah mengerti kalau kamu makan sesuatu pasti selalu ada motto ‘save the best for the last’. Yah... kamu selalu menyisihkan lauk yang menurutmu paling enak untuk dimakan terakhir and see what? Kebiasaanmu yang satu itu sama sepertiku. Sepaham itu pula aku mengerti kalau kamu susah fokus untuk mendengarkan semua rentetan ceritaku setiap hari yang ujung-ujungnya aku akan selalu marah karena kamu tidak selalu menangkap apa isi curhatanku. Aku tidak selalu mengingat banyak hal yang sudah pernah kita lalui.Tentu kamu tahu kan kebiasaan pelupaku? Hahaha..

Well, semoga semakin hari kita semakin menjadi lebih baik. Semoga semua cita-cita kita bisa diberkati oleh Tuhan dan semua bisa terjadi oleh karena kehendak-Nya. Mungkin kita jarang untuk mengatakan ‘I Love You’, tapi kita tahu secuek apapun kita, kita akan tetap kembali ke ‘rumah’ dan itu ada di dalam hati kita. Selamat merayakan delapan yang kedua sayang.. I LOVE YOU

Senin, 29 Agustus 2016

29aug2016

dia... pria paling sabar yang pernah saya temui. Berulang kali saya membuat dia kesal, mungkin marah walau hanya dipendam dalam hati, dia tetap diam dan dengan senyum terus menanggapi omelan-omelan saya. Hal ini terus berulang selama 1.5 tahun lebih menjalin hubungan.
Tapi, mungkin kali ini dia lelah
Lelah dengan saya yang terus menerus mengomel tanpa ada sebab jelas
Lelah dengan saya yang tidak pernah merasa puas dengan berat badan dan lekuk tubuh yang ada
Lelah dengan saya yang selalu saja mengeluh tentang jerawat di wajah
Dia lelah dan saya merasa sudah saatnya berhenti.
Terlalu rumit untuk bercerita tentang kisah masa kecil saya yang membentuk diri saya sampai tidak pernah bisa percaya diri lagi. Terlalu kompleks untuk diketahui banyak teman dekat termasuk kekasih sendiri.
Saya gak mau kehilangan dia, walaupun sekarang dia rela kehilangan saya.
Yang saya tahu, saat ini saya tidak lagi cukup baik untuk kehidupannya. Apa yang harus diperjuangkan lagi, jika dia sudah benci dengan saya, lengkap dengan hidup saya.
Saya Cuma bisa menerima dia apa adanya, tanpa berharap dia juga bisa menerima saya tanpa syarat
saya Cuma bisa sayang dengan dia sekuat ini, tanpa berharap rasa sayangnya kembali seperti dulu...

Ketika dia meminta saya pergi dari hidupnya, mungkin dia akan berjalan terus. tapi bagi saya, dunia saya sudah berakhir...

Jumat, 10 Juni 2016

Dicari, Cowok Setia ! (Co-pas : http://24hoursworship.com/dicari-cowok-setia/ )

“Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?”
kesetiaan


“Dicari, cowok setia”. Demikian status salah seorang teman di sebuah situs jejaring. Sebegitu sulitnyakah mencari cowok setia? Dari komentar-komentar yang ada ternyata ia baru saja putus karena pasangannya ketahuan selingkuh. Jika kita melihat perkembangan di jaman modern ini masalah kesetiaan memang menjadi barang yang semakin langka. Ketidaksetiaan semakin lama semakin dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Lewat berbagai lagu, film dan kejadian sehari-hari kita terus menemukan berbagai bentuk ketidaksetiaan sebagai sesuatu yang manusiawi dan lumrah. Tidak heran maka semakin lama semakin sulit saja menemukan sosok manusia yang bisa setia, baik dalam hubungan, pekerjaan dan sebagainya, termasuk tentunya pada Tuhan. Ada banyak alasan yang bisa dijadikan dasar untuk melegalkan ketidaksetiaan itu. Membesar-besarkan kekurangan pasangan, mencari-cari kejelekan misalnya, sampai kepada menyalahkan pihak ketiga. “Bukan saya yang mulai, tapi dia yang menggoda duluan..” itu contoh alasan klasik yang menyalahkan pihak ketiga, padahal setiap manusia punya pilihan apakah mau untuk tetap setia atau menyambut godaan itu.
Mencari orang baik mungkin mudah, tapi mencari orang yang setia sama sulitnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Jika ini kita alami hari-hari ini, hal yang sama sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu kala. Salomo menuliskan hal ini dalam salah satu Amsalnya. “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Mengaku teman itu mudah, namun menjadi sahabat yang setia baik dalam suka maupun duka susahnya minta ampun. Dari masa ke masa kita akan terus berhadapan dengan masalah ini, bahkan diantara kita sendiri pun mungkin sulit untuk setia. Padahal masalah kesetiaan ini merupakan salah satu kualitas utama yang diharapkan ada dalam diri orang percaya. Lihatlah apa pesan Paulus kepada Timotius. “…kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” (1 Timotius 6:11). Sementara Salomo mengingatkan“Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.”(Amsal 19:22).
Kepada Tuhan pun manusia seringkali sulit untuk setia. Sementara Tuhan memberikan kasih setiaNya yang begitu besar, untuk setia sedikit saja kita susah. Alasannya bisa bermacam-macam. Mulai dari merasa permintaan tidak didengarkan Tuhan, tidak kunjung lepas dari kesulitan, uang, jabatan bahkan jodoh. Tidak jarang kita melihat orang yang rela menyangkal imannya demi kekasih. Tuhan begitu mengasihi kita. Bahkan anakNya yang tunggal pun Dia berikan agar kita semua selamat. Kurang apa lagi? Kehadiran Yesus di dunia ini untuk menggenapkan kehendak Bapa pun sudah menunjukkan sesuatu yang seharusnya bisa kita teladani. Yesus membuktikan kesetiaanNya menanggung segala beban dosa kita sampai mati. Tanpa itu semua mustahil kita bisa menikmati hadirat Tuhan hari ini dan mendapat janji keselamatan setelah episode kehidupan di dunia ini. Kita mengaku sebagai anak Tuhan, tapi kita tidak kunjung bisa meneladaniNya. Disamping itu sering pula kita terus meminta perkara besar dalam doa-doa kita, sementara perkara kecil saja kita tidak bisa menunjukkan kesetiaan dan tanggung jawab. Apa yang dijanjikan Tuhan kepada orang setia sesungguhnya jauh lebih besar daripada berkat dalam kehidupan dunia yang sementara ini.“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10c). Ada mahkota kehidupan yang siap dikaruniakan kepada semua orang yang mau taat dan setia sampai mati.
Dalam perumpamaan tentang talenta kita sudah melihat bagaimana Tuhan memandang kesetiaan. Ketika kita diberi perkara kecil, kita harus sanggup mempertanggungjawabkan itu dan melakukannya dengan baik. Lihat apa kata Tuhan kepada hamba yang mampu setia kepada perkara kecil yang dipercayakan Tuhan. “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21,23). Bagaimana reaksi Tuhan kepada orang yang tidak setia? Haruskah Tuhan mempercayakan sesuatu yang lebih besar kepada orang yang tidak sanggup bertanggungjawab dalam perkara kecil? Tentu tidak. “campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”(ay 30). Itu menjadi bagian dari orang yang tidak setia. Maka benarlah nasihat yang diberikan Lukas. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).
Mulailah setia dari perkara-perkara kecil. Ketika ada sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepada kita, lakukanlah dengan benar dan dengan setia. Bersyukurlah senantiasa, meski apa yang ada saat ini mungkin kecil dibandingkan jerih payah kita, tapi ingatlah bahwa Tuhan pasti menghargai kesungguhan, kejujuran dan kesetiaan anda. Pada saatnya nanti, Dia akan mempercayakan sesuatu yang lebih besar. Menjadi baik saja tidak cukup, kita harus mampu pula meningkatkan kapasitas diri kita untuk menjadi pribadi yang setia, yang bisa dipercaya. Untuk menerima janji dan berkat Tuhan dibutuhkan usaha serius dan perjuangan kita untuk terus setia. Dan semua itu berawal dari hal yang kecil. Tuhan akan melihat sejauh mana kita bisa dipercaya untuk sesuatu yang lebih besar lagi. Tidaklah sulit bagi Tuhan untuk memberkati kita, tapi kita dituntut untuk membuktikan dulu sejauh mana kita mampu setia kepadaNya. Disamping itu, saya pun percaya bahwa lewat hal-hal yang kecilpun Tuhan mampu memberkati kita secara luar biasa. Apapun yang ada pada kita saat ini, bersyukurlah untuk itu, dan lakukan sebaik-baiknya dengan kesetiaan dan kejujuran. Tuhan mampu memberkati itu menjadi luar biasa, dan mempercayakan kita untuk hal-hal yang lebih besar lagi pada waktunya.

Rabu, 11 Mei 2016

Bimbang-Melly Goeslaw

Pertama kali aku tergugahDalam setiap kata yang kau ucapBila malam telah datangTerkadang ingin ku tulis semua perasaan
Kata orang rindu itu indahNamun bagiku ini menyiksaSejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimuNamun sulit ku membenci
Pejamkan mata bila kuingin bernafas legaDalam anganku aku berada disatuPersimpangan jalan yang sulit kupilih
Ku peluk semua indah hidupkuHikmah yang ku rasa sangat tulusAda dan tiada cinta bagiku tak mengapaNamun ada yang hilang separuhDiriku

Rabu, 04 Mei 2016

Sekedar Menengok, Tidak Apa Kan?

Hari ini entah kenapa saya kangen sekali dengan dia...

Pacar? Bukan... Saya merasa bersalah sekali ketika saya mengingat dia--yang bukan pacar saya. Saya ingat mantan saya, yang pernah sama-sama berjuang selama hampir tiga tahun. Di masa kuliah kami yang sama-sama berat. Dia mahasiswa elektro, saya mahasiswi seni. Bertolak belakang bukan? Saya mendampingi dia dari skripsi hingga wisuda, sampai mencari kerja. Dia pun menemani saya, tapi tidak sampai wisuda. Saya keburu putus dengan dia...

Restu orang tua saya yang menjadi penghalangnya. Entah kenapa, mama saya tidak suka dengan dia. Dia orang baik, tapi menurut mama keluarganya tidak. Saya hanya ingin minta maaf dan memeluk dia untuk terakhir kalinya sebelum saya menikah. Saya ingin minta ampun atas kesalahan yang pernah saya buat, yang pernah menyakiti dia. Saya masih ingat, dia masih rajin mengantar saya kemana-mana walaupun kami tidak ada hubungan apa-apa lagi...


Mungkin kali ini saya hanya sekedar menengok kebelakang. Berkaca pada masa lalu, lalu kembali menatap ke depan.

Selasa, 15 Maret 2016

Curhat Soal Sistem Pendidikan

Sekedar menulis saja...

"Their houses are not larger than what they need in which to comfortably live.  They do not buy or over consume.  They live simply and humbly.  They don’t feel the need to have 300 types of cereal to choose from when 10 will do.  The women wear less make-up.  The men don’t have giant trucks (or any vehicles at all, really).  Instead of buying hundreds of cheap articles of clothing the Finns buy a few expensive items of high quality that will last for decades rather than months.  They truly believe and live by the mentality of less is more." (dikutip dari http://fillingmymap.com/2015/04/15/11-ways-finlands-education-system-shows-us-that-less-is-more/ )


Kehidupan di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik yang menghasilkan putra-putri bangsa yang terbaik di dunia. Masyarakatnya memiliki  motto hidup 'less is more' Mereka tidak membangun rumah yang besar-besar tetapi hanya membangun rumah sesuai dengan kapasitas jumlah anggota keluarganya, tidak 'gila' terhadap mobil, Wanitanya berdandan secukupnya. Sangat berbeda dengan bangsa kita yang berpikir 'more is more'. Memiliki sesuatu yang lebih-entah lebih banyak, lebih mahal, atau lebih besar itu merupakan hal yang hebat.

Termasuk juga didalam sistem pendidikannya. Sekolah di Finlandia hanya berlangsung selama 5 jam dan setiap 45 menit selesai pelajaran mereka diberi istirahat selama 15 menit. Sekolah disana dimulai pada pukul 9.00 pagi. Guru juga jarang sekali memberikan PR dan tidak ada sistem ranking disana (berbeda dengan Indonesia yang selalu mendewakan sebuah angka di dalam nilai).

Anak yang belajar dengan tenang dan santai, lebih mampu menyerap pelajaran dibanding dengan anak yang belajar secara grasa-grusu hanya karena mengejar nilai yang dianggap sempurna oleh masyarakat. Takut nilai jelek, belum lagi dimarahi oleh orang tuanya, takut tidak lulus UN yang hanya berlangsung sekitar 4 hari, takut tidak lulus SNMPTN. Walaupun saya jarang menonton TV, tetapi saya tahu bahwa di beberapa daerah di Indonesia pasti ada berita tentang anak-anak sekolah yang menangis dan pingsan setelah mengerjakan UN, lebih parahnya ada juga yang mati bunuh diri karena tidak lulus.

Tulisan saya ini mungkin tidak terlalu bagus. Saya hanya mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya saja.Saya berharap semoga suatu hari sistem pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Minggu, 07 Februari 2016

Make Over (First Step : Niat ! )

08022016
Wishlists :
Diet to lose 10 kg
Go to dermatologist to make the skin fair and flawless
Braces the teeth
Buy high heels
Hunting the newest fashion style and do it
Wear the fashionable outfit



See? I try to make over my self. Being the woman that (maybe) you want. Yes, I know. Everyday you critisizes me about my make up, my outfit, my shoes, and all that you can look with your eyes. I know the type of woman that you want phsycally. I just try the best yyah, dear.. Promise I never make you embarrassed or somethin like that.

Mungkin sudah saatnya aku berubah. Ninggalin jeans buluk kesayangan aku, ganti dengan rok yang lebih feminim. Nyingkirin semua too simple-flat shoes dan keds aku, ganti dengan kitten heels or high heels. Ganti kaos-kaos adem aku dengan blouse yang fashionable. It is oke if you are happy. Hehehehe...

Quotes tentang ‘be yourself’ semuanya gak ada yang kena di hati aku, apalagi hati kamu, kali....
Iya..iya... tenang aja.. Aku bakalan berubah kok :D



Jumat, 05 Februari 2016

Sepenggal Kisah.........05022016

Pada tulisan ini aku bukannya ingin mengungkit masa laluku (baca : mantan). Hanya saja aku ingin menceritakan kisah bahwa sesungguhnya kita tidak benar-benar pernah tau siapa jodoh kita.
Ini bercerita tentang dia, orang yang pernah aku perjuangkan mati-matian.
Aku berkenalan dengannya di tahun 2010. Ketika itu aku menunggu sepupuku di kampus yang berada di wilayah Salemba, pukul 19.00 malam. Dia duduk didepanku, asik mengobrol dengan temannya. Sepintas aku melihat parasnya yang tampan, dengan wajah lonjong, kulit putih, dan alis yang sedikit tebal. Aku tidak terus-terusan memandanginya, aku lebih banyak memfokuskan mataku ke novel yang sedang aku pegang.
Dia menyapaku,
“Lo nunggu siapa?”
Aku melihatnya, memastikan kalau dia memang bertanya kepadaku. Dan memang benar...
“Nunggu abang gue. Satu mata kuliah lagi.”
Lalu kami berkenalan, bertukar nomor handphone dan akun facebook.
Kami saling dekat dan tidak jadian hingga bulan Agustus 2011, sepulang dari Bali aku bertemu dengannya di Seven Eleven Matraman. Kami mengobrol banyak hal. Dia bercerita baru saja putus dengan pacarnya yang ada di Medan (Ya, dia pernah punya pacar. Sebut saja namanya H. Mereka berpacaran jarak jauh dan hanya kenalan di facebook). Setelah pertemuan itu, aku dan dia makin sering berkomunikasi hingga menonton bioskop bareng.
Hanya dua minggu setelah pertemuan kami di Sevel, kami jadian. Sesimpel itu. Ternyata dia suka denganku sejak lama, hanya tidak berani mengungkapkannya.
Hubungan kami bukan berjalan mulus. Ganjalan datang dari mamaku. Setelah aku mengenalkannya, mamaku mati-matian menentang hubungan kami, hanya karena sub-etnis kami berbeda walaupun sama-sama Batak. Ada satu trauma besar di dalam diri mamaku terhadap sub-etnis ini, sehingga menyebabkan mama tidak suka memiliki kekerabatan dengan sub-etnis tersebut. Aku akui, aku berpikir pendek. Aku hanya tidak habis pikir mengapa sebegitu traumanya mama dan hal ini tidak masuk ke dalam akalku.
Mama memaksaku putus hingga ‘perang’ di rumah sering terjadi. Aku mati-matian mempertahankan orang ini dan akhirnya aku yang menyerah. Aku lelah dan ku akui aku pengecut saat itu.
Akhirnya, kami memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Yang aku tahu, dia tidak pernah rela...
Yang aku tahu, dia bersikeras bertahan...
Yang pada akhirnya, dia pun menyerah...

Aku pun akhirnya tahu, H mengejarnya ke Jakarta dan mereka saling berpacaran lagi...

Sampai pada akhirnya dua hari yang lalu, seorang teman memberi tahu kalau mereka sudah menikah Desember 2015 lalu. Aku tercengang, bukan karena sakit hati, bukan karena hati ini ada rasa... Tapi aku mengakui kebesaran Tuhan dalam mempertemukan jodoh seseorang.

Sekuat apapun kita bertahan, jika Tuhan berkata ‘tidak’, kita tidak akan pernah ‘jadi’.
Sehebat apapun kita berjuang, jika Tuhan tidak mengizinkan, kita tidak akan mencapai garis finish.
Sejauh apapun jarak kita dengan jodoh kita, jika Tuhan menghendaki, maka kita akan bertemu.
Sesulit apapun menembus pertahanan seseorang, jika Tuhan mau kita bersama dengan orang itu pasti akan terjadi.

Konsep jodoh memang unik dan tidak bisa ditebak. Tuhan merancangnya di luar pikiran manusia. Kisah Hawa diambil dari tulang rusuk Adam ketika Adam tidur memang benar terjadi.
Mungkin dia masih tertidur ketika denganku
Lalu H datang membangunkannya dan mereka bersatu...

Tadinya aku ingin menghubunginya kembali dan meminta maaf atas apa yang telah terjadi di masa lalu. Atas sakit hati yang pernah ku buat terhadap dia. Aku mengurungkan niatku. Biarlah mereka berbahagia tanpa ada aku yang tiba-tiba datang hanya untuk meminta maaf.

































Selamat berbahagia, Phrans Boid Sihaloho,S.H

Selasa, 26 Januari 2016

Prioritas Menabung









Hi, udah lihat gambar piggy di atas kan ?Yup, This is all about money.. Tulisan saya kali ini temanya tentang 'Keuangan'. Saya lagi gak pengen nulis cinta-cintaan yang menye-menye itu. Hahay...

Meskipun saya bukan orang yang berkecimpung di dunia keuangan, finansial, dan kawan-kawannya, tapi saya mau share sedikit tentang cara saya menabung di tengah himpitan tuntutan hidup ini. Sebelumnya saya adalah orang yang boros. Suka belanja. Ingat, hanya suka, bukan gila belanja. Saya juga suka mentraktir sahabat dan sepupu saya, dan kaki saya panjang-suka hang out kesana sini dan terkadang malas naik angkot, serta lebih mengandalkan Go-Jek. Setelah mempunyai dua tujuan utama yaitu, menikah secara adat Batak dan mengambil Magister, saya langsung 'ikat pinggang' sekencang-kencangnya. Menyetop beberapa pengeluaran tidak penting dan mengalihkan uang tersebut ke kantong tabungan.

Awalnya, saya membuat tingkatan prioritas dulu. Kemana uang saya harus mengalir? Lalu saya membuat list pemasukkan dan pengeluaran rutin saya setiap bulannya. Puji Tuhan, pemasukan saya berasal dari dua sumber. Dari dulu saya memang tidak mau mengandalkan pemasukan dari satu sumber saja. Maka, selain bekerja di sekolah saya juga membuka les piano privat untuk anak-anak. Tapi murid saya hanya dua orang saja, karena saya masih ada waktu untuk kuliah S2.

Jadi, beginilah saya mengatur keuangan saya..

Pertama, saya mengatur dari penghasilan saya yang utama dahulu, yaitu gaji dari sekolah.

30% penghasilan saya, dialihkan untuk biaya resepsi (estimasi untuk 18 bulan)
20% penghasilan saya, dialihkan untuk biaya kuliah ( kira-kira 5 bulan sekali pembayaran)
10% penghasilan saya, dialihkan untuk bayar listrik kira-kira Rp 150.000/bulan (saya punya token sendiri untuk kamar saya), pulsa hp kira-kira Rp 200.000/bulan, uang parkir mobil, dan kebutuhan mendadak lainnya
25% penghasilan saya adalah tabungan yang tidak dapat diganggu gugat
15% sisanya untuk biaya ongkos dan makan sehari-hari (Cukup gak? cukup lah, jarak tempat kerja dan rumah dekat kok ;) )


Kedua, pemasukan dari hasil mengajar privat saya pos-kan untuk biaya tak terduga lainnya-bisa jadi tak terpakai sama sekali (Amin.....). Kalau tidak terpakai, ya saya masukkan kembali ke pos 'tabungan yang tidak dapat diganggu gugat'.



Awalnya sih berat untuk membuat pos-pos tabungan seperti ini, tapi saya harus bisa. Saya ingin masa depan lebih aman dengan menabung. Amen..




     *******************************************************************





Lihat postingan lainnya tentang menabung di :

http://www.thesimpledollar.com/little-steps-100-great-tips-for-saving-money-for-those-just-getting-started/
https://www.bankofamerica.com/deposits/manage/ways-to-save-money.go
http://yscommunity4s.blogspot.co.id/2015/02/cara-menabung-yang-efektif-dijamin-cepat-kaya.html
http://microgist.blogspot.co.id/2015/02/cara-menabung-untuk-membeli-rumah.html
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2009/12/11/08135434/10.cara.mudah.menabung


Senin, 25 Januari 2016

Asking

I and my boyfie was very nervous last Saturday. He decided to ask my mom's permission, prayer, and blessings to marry me next year. This was the second moment he asked mom. The first was pending because I have duty to finish my master's degree.


He came to my house with me. Before, we spent Saturday morning to afternoon at my campus, sitting on the chair near the park there. We shared all of our dissapointment, our problem, our decision for the future. I was very happy, I'm grateful to realize that I have him beside me all the time...


Yeah, I just pray that all our wedding preparation be blessed from Father above. I just want the best for my future with him. Amen...

Jumat, 15 Januari 2016

15012016

Kadang lebih baik diam, daripada menjelaskan apa yang kita rasakan. Karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti.

Karena yang aku inginkan kamu cukup mengerti apa yang aku rasa. Bukan hanya memberi label 'lebay' untukku secara tidak langsung. Bukan dengan cara meninggalkan pembicaraan dan menggantungnya. 


Karena aku hanya ingin dimengerti atas perbuatan orang yang sama sekali tidak pernah aku coba untuk sakiti



When a woman is silent, she's either overthinking, tired of waiting, failing apart, crying inside – or all of the above.

Aku memilih diam dan menunggu waktunya meledak. Karena untuk marah bertubi-tubi sekarang pun tidak ada gunanya karena aku tidak punya bukti nyata untuk ku tunjukkan.
Aku terlalu lelah untuk menjelaskan secara detail kepada orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak mau tahu apa-apa

Aku tidak tahu apa tujuan dia seperti itu...
Pembohong, omong besar.
Merasa paling superior?
Merasa tidak pantas disaingin dalam keluarga?
Atau memang tidak ada bahan obrolan lain?

Terkadang tolol dan polos memang beda tipis...


Aku lebih baik dari kamu...
Keluargaku utuh, tetap dalam lajur keyakinannya
Keluargaku banyak disayang orang
Walaupun aku hanya guru biasa dan gajiku kecil, aku bahagia menjalaninya
Walaupun aku tidak cantik, setidaknya aku baik hati hingga menjadikan aku menarik
Walaupun aku bukan berasal dari keluarga kaya, setidaknya aku tidak pernah mengemis minta makan dari orang lain
Walaupun rumahku kecil, tapi aku dan ibuku selalu menjaga kebersihan dan keindahannya. Tidak seperti kamu !

Aku bukan kamu
Aku tidak kehabisan bahan pembicaraan sehingga membicarakan hal-hal sampah
Aku tidak butuh gosip murahan tentang keluarga itu
Aku tidak ingin merusak tatanan keluarga dengan mengadu domba

Hey, bangun !
Jaga mulutmu supaya tidak lebih cepat daripada otakmu !
Supaya mulutmu bisa diimbangi dengan gelar intelektualmu !


Hey, bangun !
Urusi hal lain daripada mengurusi hubungan orang lain
Tuntaskan pekerjaanmu !


Karena mengurusiku hanya akan membuang waktu berhargamu !

Rabu, 13 Januari 2016

Menikah Ala Batak (Mahal, Rumit, Namun Indah)

Menikah adalah tahapan dimana dua pasang anak manusia memutuskan diberkati untuk dapat berbagi hidup bersama dalam restu Tuhan. Itu definisi saya loh....
Sedari usia remaja saya memimpikan menikah muda. Lulus kuliah lalu menikah. Sempit yah cita-citanya? No, maksud saya ya menikah muda itu agar saya tahu arus dompet saya mengalir kemana dan saya tidak ingin punya usia yang terpaut jauh dengan anak-anak saya kelak. Saya pengin banget dibilang mama gaul.
Masa kecil saya yang walaupun saya tomboy, tetapi masih saya habiskan dengan menonton koleksi film Disney Princess yang ceritanya selalu berakhir bahagia (baca : Sang Putri menikah dengan Pangeran). Mungkin itu adalah sebagian kecil alasan mengapa saya ingin menikah cepat dan yang saya pikirkan saat itu adalah ketika saya menikah, saya akan berjalan memakai gaun putih panjang dan menyusuri taman yang sudah disulap menjadi area pemberkatan sekaligus resepsi pernikahan saya. Yang saya rancang adalah saya memiliki pesta pernikahan di tengah kebun yang banyak bunga dan kain-kain tille putih dan pink untuk dekorasinya, dengan tamu undangan yang sedikit, dan saya berbaur di antara mereka. Ya... ala-ala bule gitulah.

Tapi, semakin saya beranjak dewasa dan sering menemani orang tua ke pesta adat Batak, perlahan saya menyingkirkan mimpi saya tentang pesta pernikahan. Yang saya hadapi adalah keharusan pesta pernikahan dengan adat Batak Toba, yang mempersiapkannya butuh waktu lama, dana ratusan juta, tamu ribuan, dan akan dilaksanakan seharian penuh.

Ya, pesta pernikahan adat Batak adalah salah satu pesta adat pernikahan yang rumit di antara pesta adat suku lainnya seperti Toraja, Minang, dan Bugis ( suku-suku ini termasuk rumit juga loh adatnya).

Dalam kehidupan sehari-hari, suku Batak memiliki keterkaitan hubungan antar individu yang satu dan yang lain, keluarga satu dengan yang lain, marga yang satu dengan yang lain. Adat sangat dijunjung oleh masyarakat Batak yang notabene adalah identitas suku tersebut. Dengan mengetahui tatanan adat Batak, orang Batak akan mudah memperkenalkan dirinya dengan orang Batak lainnya dengan menyebutkan marga, lalu terjadilah cara penyebutan dengan kerabatnya tersebut sesuai urutan marga dan nomor generasi, inilah yang disebut dengan partuturon . 

Orang Batak tidak terlepas dari adat istiadat, baik itu acara kelahiran, kematian, memasuki rumah, hingga  pernikahan.Adat kecil maupun adat besar pasti akan dilaksanakan oleh orang Batak.

Pernikahan Batak akan dipandang sah bila adat sudah dilaksanakan walaupun yang terutama adalah acara keagamaan (pamasu-masuon). Pengantin batak yang sudah melaksanakan adat pernikahan akan dipandang sah diakui dalam adat keluarga Batak.

Terdapat 7 tata cara pernikahan adat Batak yang dilaksanakan, yaitu :

1. Mangarisika ( Perkenalan)

    Pada tahap ini pihak pria melakukan kunjungan tidak resmi ke rumah wanita untuk perkenalan pihak keluarga pria kepada orang tua si wanita


2. Marhori-hori Dinding
    Ini adalah tahapan yang berisi pembicaraan antar kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. Tahap ini masih terbatas dalam hubungan kerabat dekat dan belum diketahui oleh umum. Tahap ini merupakan kelanjutan dari mangarisika. Tapi akhir-akhir ini acara marhori-hori dinding sudah termasuk pembicaraan hal-hal pokok dari pesta pernikahan adat, seperti besarnya nilai mas kawin (sinamot) dan tempat pesta pernikahan.



3. Marhata Sinamot

    Sinamot adalah tuhor ni boru. Dalam adat Batak, pihak pria 'membeli' wanita yang akan dijadikan istri. Jumlah sinamot yang akan dibayarkan dibicarakan dalam tahapan ini. Sebelumnya terlebih dahulu ada acara makan bersama yang dihadiri beberapa pihak keluarga. Dalam tahap ini ada beberapa hal pokok yang dibicarakan, yaitu sinamot, ulos, parjuhut dan jambar, jumlah undangan, tanggal dan tempat pesta, serta tata cara adat.


4. Martumpol
    Martumpol adalah penandatanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Martumpol dilakukan biasanya dua minggu sebelum pesta pernikahan. Dalam hal ini kedua pengantin ikut hadir bersama anggota keluarga ke gereja. Usai ibadah martumpol, warta pernikahan kedua mempelai akan dibacakan dua kali hari Minggu di gereja masing-masing mempelai. Setelah dua kali warta pernikahan, jika tidak ada gugatan dari pihak lain, baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah.


5. Martonggo Raja (pihak pria) atau Maria Raja (pihak wanita)
    Ini merupakan kegiatan pra pesta yang sifatnya seremonial untuk membicarakan kelengkapan pesta secara teknis dan non teknis


6. Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan)

   Pemberkatan pernikahan kedua mempelai dilakukan di Gereja oleh pendeta. Ketika pemberkatan gereja telah selesai, maka kedua mempelai sudah sah sebagai pasangan suami-istri menurut gereja. Setelah pemberkatan dari gereja, maka kedua belah pihak mengikuti pesta adat.


7. Pesta Unjuk
    Pesta ini adalah rangkaian adat dalam pernikahan Batak. Di dalam pesta ini terdapat pembagian jambar (jatah), uang, dan ulos kepada kerabat keluarga.




Demikianlah, sekelumit yang rumit dalam pesta adat pernikahan Batak. Mengingat rumit dan mahalnya rangkaian adat tersebut, maka jarang sekali pasangan Batak yang bercerai. Tadinya saya berpikir untuk tidak melaksanakan adat batak di pernikahan, tetapi semakin bertambahnya usia dan luasnya pergaulan saya dengan orang Batak, maka saya makin mencintai budaya suku sendiri dan ingin terjun di dalamnya.



HORAS !







18.37

Selasa, 12 Januari 2016

Hello 2016

Welcome new year.. Welcome 2016...  Semoga di tahun ini kita bisa jadi orang yang lebih baik lagi. Amin...

Setiap orang pastinya punya resolusi di tahun yang baru dong. Udah di-list. Entah bakal dilakuin atau nggak. Yang penting punya tujuan dulu kan.

Seperti kebanyakan orang, gue pun punya beberapa resolusi di tahun baru ini, di antaranya melanjutkan resolusi 2015 yang belum kelar :p

Yang jelas, pertama-tama gue mau menyingkirkan beberapa benda kenangan yang semalam gue temukan di kotak di dalam lemari gue..






“There are memories that time does not erase... Forever does not make loss forgettable, only bearable.” 



Dari SD gue punya 'box of memory'. Semua 'harta karun' gue, gue masukin kesitu.


 Kotak Harta Karun :p

Semalam gue ngebongkar ini dan beberapa benda ajaib pengen gue buang saking males ngingetnya lagi. Hahaha.. Beberapa bukti ke-alay-an gue udah gue gunting-gunting dan gue musnahkan. Foto SMA masih berponi, pose monyong-monyong juga udah gue musnahkan. 


Sedikit Yang Tersisa 


Dan.... jeng jeng jeng, gue menemukan 4 buah diary gue dari zaman rok merah sampai pake baju bebas. Bukti masa kanak-kanak gue, masa remaja alay gue, dan masa susah gue waktu kuliah. Gue cuma nyimpen aja, ga mau baca lagi. Bisa mati ketawa nanti :p Selanjutnya gue nemu dompet milk teddy warna biru pemberian kakak ipar gue, Mama Tita. Itu hadiah ulang tahun gue yang ke-13, pas doski masih pacaran sama abang gue. Gue bongkar isinya. Lalu gue nemu duit kertas 100 perak, kartu ATM Mandiri zaman SMA, dan........ foto mantan yang udah gue robek jadi dua, tapi masih gue simpan di dalam dompet. (Sumpah, tolol banget gue)

Hahahahhaa.... Namanya juga ABG putus cinta.. Pacar pertama pula....... 


Pardon untuk Kebodohan Gue Yang Satu Ini... Hahahaha

Yang jelas itu dibuang saja... Ga guna... Ga nambahin duit di dompet juga nyimpen-nyimpen foto mantan.. Wkwkwkk....


Selanjutnya gue punya sisa-sisa lulus SMA. (Cieh.....) Di antaranya, kartu Bimbel GO yang bimbelnya jarang gue hadirin tapi bisa lulus SNMPTN dua kali (*sombong*) , kartu kursus bahasa Inggris, kartu peserta konser piano, kartu ujian masuk UKI 2009 saking dulu cari kampus cadangan, dan bukti pembayaran pendaftaran program beasiswa Teacher College UPH. 


Beberapa gue musnahkan, lainnya gue simpan. Seenggaknya mengingatkan kalau masa itu pernah ada dan terjadi di hidup gue. Tangis dan tawa. Rasa gagal dan bangga. Jatuh cinta dan patah hati, semuanya ada disana. Untuk gue ceritakan ke anak gue kelak kalau mamanya pernah seperti ini, seperti itu. Supaya dia bisa belajar dari kesalahan yang pernah gue buat dan dia bisa menambah prestasi lebih dari yang pernah gue dapat di masa muda gue....






Gue menyambut 2016 dengan menyingkirkan beberapa kenangan yang pernah ada, lalu bangkit dan berusaha untuk lebih baik lagi. Tahun ini sebenarnya gue tidak meminta banyak. Yang penting gue dan keluarga bisa sehat-sehat selalu, makin banyak berkat, kurang-kurangin nyinyir sama sohib dan sodara, kuliah dan kerjaan lancar, pacaran juga lancar. Amin :D Kalaupun beberapa hal yang sangat sangat menyenangkan dikasih Tuhan tanpa gue pinta, gue akan sangat bersyukur sekali menjadi manusia di tahun ini.... Karena mungkin saja gue lupa memohon tetapi Tuhan tau apa yang gue butuh....


For last year's words belong to last year's language 
And next year's words await another voice.”