Kamis, 21 Januari 2021

How I Met You Again (#AdaNamaYangAbadiDiHatiTapiTakBisaDinikahi)

 Dear S,

Terima kasih atas pertemuan kita kemarin. Setelah 10 tahun sejak perpisahan kita akhirnya kita bertemu lagi. Melepaskan apa yang pernah kita genggam dalam hati kita masing-masing dan menyelesaikan apa yang tidak pernah terselesaikan setelah hari itu, dan saling melepaskan agar kita bahagia dengan pilihan kita.

Setidaknya, aku tahu kamu selalu baik-baik saja. Aku tahu kamu masih bahagia dengan mimpi dan ambisimu. Kalau kupikir, bagus juga kita dulu berpisah. Hehehe... Aku tahu kamu masih menginginkan waktumu sendiri untuk meraih semuanya. Dulu koas, internship, lalu entah kemana kamu pergi. Yang aku tahu kamu terus belajar, belajar, dan belajar. You are the cutest nerd that I ever had.

Kita berpisah waktu itu. Tapi tidak ada kata putus yang keluar dari mulut kita masing-masing. Hanya kehampaan lalu semua menguap begitu saja. Hilang. Sampai 3 tahun setelah perpisahan itu, kamu menghubungiku kembali. Menanyakan kabar, ya hanya seperti itu. Tipikal kamu, tanya kabar-jawab singkat lalu kembali sibuk di duniamu sendiri.

Circa 2015, kamu bertanya kabarku, apakah aku sudah menikah. Aku jawab belum. Kamu bilang kamu sedang ada di pendidikan spesialis di Manado. Kamu bilang, "Iya, aku sekolah, sekolah, sekolah terus." It was great, S. Aku senang dengan laki-laki pintar yang punya ambisi tinggi.

Kamu bilang, "Ayo dong ke Manado." Tapi aku menggeleng, aku gak bisa. Aku takut merasa hampa lagi walaupun waktu itu aku sudah punya kekasih...

Yang pada akhirnya di tahun 2017 aku menikah dan aku undang kamu. Kamu cuma 'read'. Tidak membalas apapun lalu benar-benar menghilang...

Sampai di 2020 lalu kamu kembali menghubungiku. Bertanya kabar. Sungguh aku kaget dengan dirimu sekarang. Jadi Perwira Angkatan Laut. Lalu aku teringat kalau dulu aku gak mau punya pasangan yang berprofesi sebagai TNI atau Polisi. Hahaha... Kamu bilang Januari 2021 kamu mau datang ke Jakarta menemuiku. Mungkin aku bodoh jika mengatakan 'Ya' dan memang akhirnya kita bertemu. 

Kamu mengomeliku masih seperti dulu. Ceplas-ceplos, gak mikir, apa adanya. "Kamu kenapa gak hamil-hamil?Kamu makannya gak pernah bener kan? Gak makan sayur kan kamu? Kamu susah minum vitamin. Dari dulu masih aja begitu." Aku cuma mesem-mesem aja mengiyakan. Hehehe...

Aku ingat di sekitar 2010 kamu selalu bilang aku harus minum vitamin E, makan kacang-kacangan karena waktu itu sela-sela kuku aku selalu terkelupas sampai berdarah...

Kamu selalu bilang aku harus makan banyak sayur karena aku bilang waktu poopy-ku bermasalah...

S, terima kasih sudah pernah mengajarkan aku untuk mengejar mimpi terus menerus.

dan terima kasih dulu sudah pernah membanting hatiku dengan kenyataan bahwa prioritasmu bukan keluarga bahkan aku. 

S, aku ingat kemarin kamu bilang, "Gak ada yang pasti di dunia ini, Shinta.. Terlebih perempuan. Aku gak tau sampai kapan mau sendiri. Sudah cukup sepertinya kalau sendiri. " waktu aku tanya kenapa kamu gak cari istri aja.

S, di akhir pertemuan kita, kamu bilang ke aku supaya aku baik-baik saja di sini. Kamu kasih semua resep vitamin untuk aku. Kali ini aku akan jalanin semua.

Pada akhirnya, aku gak bisa berkata banyak. Aku cuma bisa bilang mudah-mudahan kamu cepat menikah...And I was surprised that you said so many things...

"Shinta, besok aku antar mama berobat dulu ya. Rabu aku ke Surabaya dan Jum'at aku kembali ke Sorong. Kamu baik-baik disini. Kamu cepat hamil ya, make your kids the another version of you. Kamu cewek paling baik yang aku pernah aku punya dulu."

Lalu kita berpelukan. Melepas apa yang sesak semenjak kita berpisah. 

Terima kasih untuk semuanya... Namamu akan selalu ada di bagian hati kecilku walau kita tidak bersatu lagi.




I really believe you were the greatest thing that ever happened to me

God bless your path, dear Letda Laut (K) dr. Stevanus C.P. Supit, S.H


Tidak ada komentar:

Posting Komentar