Selasa, 15 Maret 2016

Curhat Soal Sistem Pendidikan

Sekedar menulis saja...

"Their houses are not larger than what they need in which to comfortably live.  They do not buy or over consume.  They live simply and humbly.  They don’t feel the need to have 300 types of cereal to choose from when 10 will do.  The women wear less make-up.  The men don’t have giant trucks (or any vehicles at all, really).  Instead of buying hundreds of cheap articles of clothing the Finns buy a few expensive items of high quality that will last for decades rather than months.  They truly believe and live by the mentality of less is more." (dikutip dari http://fillingmymap.com/2015/04/15/11-ways-finlands-education-system-shows-us-that-less-is-more/ )


Kehidupan di Finlandia, negara dengan sistem pendidikan terbaik yang menghasilkan putra-putri bangsa yang terbaik di dunia. Masyarakatnya memiliki  motto hidup 'less is more' Mereka tidak membangun rumah yang besar-besar tetapi hanya membangun rumah sesuai dengan kapasitas jumlah anggota keluarganya, tidak 'gila' terhadap mobil, Wanitanya berdandan secukupnya. Sangat berbeda dengan bangsa kita yang berpikir 'more is more'. Memiliki sesuatu yang lebih-entah lebih banyak, lebih mahal, atau lebih besar itu merupakan hal yang hebat.

Termasuk juga didalam sistem pendidikannya. Sekolah di Finlandia hanya berlangsung selama 5 jam dan setiap 45 menit selesai pelajaran mereka diberi istirahat selama 15 menit. Sekolah disana dimulai pada pukul 9.00 pagi. Guru juga jarang sekali memberikan PR dan tidak ada sistem ranking disana (berbeda dengan Indonesia yang selalu mendewakan sebuah angka di dalam nilai).

Anak yang belajar dengan tenang dan santai, lebih mampu menyerap pelajaran dibanding dengan anak yang belajar secara grasa-grusu hanya karena mengejar nilai yang dianggap sempurna oleh masyarakat. Takut nilai jelek, belum lagi dimarahi oleh orang tuanya, takut tidak lulus UN yang hanya berlangsung sekitar 4 hari, takut tidak lulus SNMPTN. Walaupun saya jarang menonton TV, tetapi saya tahu bahwa di beberapa daerah di Indonesia pasti ada berita tentang anak-anak sekolah yang menangis dan pingsan setelah mengerjakan UN, lebih parahnya ada juga yang mati bunuh diri karena tidak lulus.

Tulisan saya ini mungkin tidak terlalu bagus. Saya hanya mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya saja.Saya berharap semoga suatu hari sistem pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik.