Senin, 15 Februari 2016
Minggu, 07 Februari 2016
Make Over (First Step : Niat ! )
08022016
Wishlists :
Diet to lose 10 kg
Go to dermatologist to make the skin fair and flawless
Braces the teeth
Buy high heels
Hunting the newest fashion style and do it
Wear the fashionable outfit
See? I try to make over my self. Being the woman that
(maybe) you want. Yes, I know. Everyday you critisizes me about my make up, my
outfit, my shoes, and all that you can look with your eyes. I know the type of
woman that you want phsycally. I just try the best yyah, dear.. Promise I never
make you embarrassed or somethin like that.
Mungkin sudah saatnya aku berubah. Ninggalin jeans buluk
kesayangan aku, ganti dengan rok yang lebih feminim. Nyingkirin semua too
simple-flat shoes dan keds aku, ganti dengan kitten heels or high heels. Ganti
kaos-kaos adem aku dengan blouse yang fashionable. It is oke if you are happy.
Hehehehe...
Quotes tentang ‘be yourself’ semuanya gak ada yang kena di
hati aku, apalagi hati kamu, kali....
Iya..iya... tenang aja.. Aku bakalan berubah kok :D
Jumat, 05 Februari 2016
Sepenggal Kisah.........05022016
Pada tulisan ini aku bukannya ingin mengungkit masa laluku
(baca : mantan). Hanya saja aku ingin menceritakan kisah bahwa sesungguhnya
kita tidak benar-benar pernah tau siapa jodoh kita.
Ini bercerita tentang dia, orang yang pernah aku perjuangkan
mati-matian.
Aku berkenalan dengannya di tahun 2010. Ketika itu aku
menunggu sepupuku di kampus yang berada di wilayah Salemba, pukul 19.00 malam.
Dia duduk didepanku, asik mengobrol dengan temannya. Sepintas aku melihat
parasnya yang tampan, dengan wajah lonjong, kulit putih, dan alis yang sedikit
tebal. Aku tidak terus-terusan memandanginya, aku lebih banyak memfokuskan
mataku ke novel yang sedang aku pegang.
Dia menyapaku,
“Lo nunggu siapa?”
Aku melihatnya, memastikan kalau dia memang bertanya
kepadaku. Dan memang benar...
“Nunggu abang gue. Satu mata kuliah lagi.”
Lalu kami berkenalan, bertukar nomor handphone dan akun
facebook.
Kami saling dekat dan tidak jadian hingga bulan Agustus
2011, sepulang dari Bali aku bertemu dengannya di Seven Eleven Matraman. Kami
mengobrol banyak hal. Dia bercerita baru saja putus dengan pacarnya yang ada di
Medan (Ya, dia pernah punya pacar. Sebut saja namanya H. Mereka berpacaran jarak
jauh dan hanya kenalan di facebook). Setelah pertemuan itu, aku dan dia makin
sering berkomunikasi hingga menonton bioskop bareng.
Hanya dua minggu setelah pertemuan kami di Sevel, kami
jadian. Sesimpel itu. Ternyata dia suka denganku sejak lama, hanya tidak berani
mengungkapkannya.
Hubungan kami bukan berjalan mulus. Ganjalan datang dari
mamaku. Setelah aku mengenalkannya, mamaku mati-matian menentang hubungan kami,
hanya karena sub-etnis kami berbeda walaupun sama-sama Batak. Ada satu trauma
besar di dalam diri mamaku terhadap sub-etnis ini, sehingga menyebabkan mama
tidak suka memiliki kekerabatan dengan sub-etnis tersebut. Aku akui, aku
berpikir pendek. Aku hanya tidak habis pikir mengapa sebegitu traumanya mama
dan hal ini tidak masuk ke dalam akalku.
Mama memaksaku putus hingga ‘perang’ di rumah sering
terjadi. Aku mati-matian mempertahankan orang ini dan akhirnya aku yang
menyerah. Aku lelah dan ku akui aku pengecut saat itu.
Akhirnya, kami memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Yang aku tahu, dia tidak pernah rela...
Yang aku tahu, dia bersikeras bertahan...
Yang pada akhirnya, dia pun menyerah...
Aku pun akhirnya tahu, H mengejarnya ke Jakarta dan mereka
saling berpacaran lagi...
Sampai pada akhirnya dua hari yang lalu, seorang teman
memberi tahu kalau mereka sudah menikah Desember 2015 lalu. Aku tercengang,
bukan karena sakit hati, bukan karena hati ini ada rasa... Tapi aku mengakui
kebesaran Tuhan dalam mempertemukan jodoh seseorang.
Sekuat apapun kita bertahan, jika Tuhan berkata ‘tidak’,
kita tidak akan pernah ‘jadi’.
Sehebat apapun kita berjuang, jika Tuhan tidak mengizinkan,
kita tidak akan mencapai garis finish.
Sejauh apapun jarak kita dengan jodoh kita, jika Tuhan
menghendaki, maka kita akan bertemu.
Sesulit apapun menembus pertahanan seseorang, jika Tuhan mau
kita bersama dengan orang itu pasti akan terjadi.
Konsep jodoh memang unik dan tidak bisa ditebak. Tuhan
merancangnya di luar pikiran manusia. Kisah Hawa diambil dari tulang rusuk Adam
ketika Adam tidur memang benar terjadi.
Mungkin dia masih tertidur ketika denganku
Lalu H datang membangunkannya dan mereka bersatu...
Tadinya aku ingin menghubunginya kembali dan meminta maaf
atas apa yang telah terjadi di masa lalu. Atas sakit hati yang pernah ku buat
terhadap dia. Aku mengurungkan niatku. Biarlah mereka berbahagia tanpa ada aku
yang tiba-tiba datang hanya untuk meminta maaf.
Selamat berbahagia, Phrans Boid Sihaloho,S.H
Langganan:
Postingan (Atom)























