Untuk kamu yang ada di sana, yang saat ini pun masih kelihatan sendiri... Tenanglah, aku baik-baik saja disini. Cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang...
Untuk kamu yang ada di sana, yang masih saja sibuk dengan pencapaian karirmu, teruslah semangat. Kejar apa yang belum kamu dapatkan...
Untuk kamu yang ada di sana, yang suka sekali berorganisasi, berdebat, menggagas ide, dan berkumpul bersama teman-teman seperjuanganmu, semoga organisasimu, perkumpulanmu, atau apalah itu bisa terus berjaya dan melahirkan generasi-generasi penerus yang tahan uji, lebih kaya akan ide, lebih bisa mengatur waktu dan energi sehingga kalian terus berjalan menapaki kesuksesan...
Kadang aku berpikir... Kenapa ya kita gak jadian dulu? Padahal udah sama-sama dekat. Sama-sama tau cerita hidup masing-masing. Tapi setelah aku pikir-pikir, ada bagusnya kita gak jadian. Bisa-bisa akan banyak konflik. Karena setelah aku menikah dengan dia dan memperhatikan kehidupanmu, banyak hal yang mungkin tidak bisa aku tolerir... Seperti kehebohanmu dan betapa dominannya kamu saat bercerita dan gak boleh didebat, bisa jadi patung aja aku dengerinnya. Atau... sibuknya kamu dengan perkumpulan pemuda di margamu itu sampai kadang pulang pagi.. Bisa elus dada ngelihatnya...
Ah... jadi kembali mengenang kan. Tapi tak apa, walau aku sudah bersuami. Yang manis-manis tetaplah manis untuk diingat. Sejauh ini kalau diputar kembali memori itu, tidak ada yang jelek. Cuma masalah hobi ngaretmu aja yang bikin gondok.
Umurmu berapa hari ini? 30 tahun ya? Udah cukuplah ngacir kesana kemari ngurusin perkumpulan marga itu.... Saatnya cari pendamping biar ada yang ngingetin supaya gak pulang pagi gara-gara nongkrong di bandrek UKI...
Selamat ulang tahun ya...
Senin, 09 Desember 2019
Jumat, 29 Desember 2017
Reflection of 2017
2017 was a wonderful year I ever had. In
addition so many tears and drama that occured in this year, but I found a lot
of happiness going on. I found a lot of new friends who really support me and
many listen to my grievances, who accept me as is and although they upset me,
they still can understand me.
In April he came with his family to propose
to me in front of my family. All went well with a little drama that usually
happens in the batak family.. Yeah, I have to keep in mind during my wedding
preparations. I spent a lot of money, energy, emotions, and tears to prepare
for this marriage. I watched during the preparation, many families wanted to
make a profit in the middle of spending this money. There is also a very
indifferent person though they are my close family. One blood but not in one
heart.
Mother? I'm still quarreling all year round.
But I'm getting used to it. I'm starting to think it's normal. Angry,
irritated, yelled, then silent and warm again. That is my cycle with my mom,
LOL.
Lover? he became my husband now. After dating
for three years, it almost broke up many times because of unstable emotion, I
finally chose him as a life partner and we made a vow on 23rd September 2017. Right
after marriage and remembering what has happened, I learned that families do
not always expect a reward for the good that is given to us, which we think a
close family can turn out to be a bitch with all kinds of requests, your
friends you think you love enough , was not willing to take a difficult path to
attend your wedding. They who you think do not care, even came and
congratulated. This year married, basically I do not regret with all the
preparations full of drama. Happy, proud, and grateful. God who enabled me and
my husband to pass through!
and.. yeah..the new year stands before us,
like a chapter in a book waiting to be written. We can help write that story by
setting goals.
By the end of this year I just wish I could
forget all the hurt and learn to continue to be a much better person, For my
husband, my family, and my friends. May be in the next year I may get more
blessings and joy. I hope that in this year to come, I make mistakes. Yes!Mistakes! Because if I’m making
mistakes, then I’m making new things, trying new things, learning, living,
pushing myself, changing myself, changing my world. I’m doing things I've never
done before, and more importantly, I’m doing something..
Dante Coffee, 13.29
Senin, 18 September 2017
Catatan H-5
Catatan H-5
Hari ini dihabiskan dengan (masih) bekerja dan ikut konseling pranikah. Apa sih isi dari konseling pranikah terakhir kami?
Tentu saja, resume dari semua bahan konseling tentang membentuk keluarga Kristen yang penuh kasih dan menjadikan Kristus sebagai kepala keluarga. Artinya adalah kami berdua harus selalu mengandalkan Kristus sebagai pimpinan kami. Konseling pranikah pun gak jauh-jauh tentang "Istri harus menghormati suami dan suami harus mengasihi istri". Ya, walaupun kelihatannya klise, tapi hal ini harus ada demi keseimbangan rumah tangga. Amang pendeta mengingatkan Benny untuk mengasihi dan mencintai aku. Satu kalimat yang bikin aku senyum sendiri adalah waktu amang bilang ke Benny, "Kau tau kan dia anak tunggal? Cintai dia sepenuh hati, tapi jangan memanjakan dia." Eaa.. eaa.. Ku tak boleh dimanja :p .Amang pendetaku gak banyak bertele-tele tentang teori rumah tangga berdasarkan Alkitab. Beliau hanya mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga sesungguhnya tidak berpatokan pada teori-teori yang ada di konseling pranikah. Kalian akan tau dan belajar sendiri, katanya.
Terus.. tadi juga belajar jalan dari pintu gereja menuju altar.. Bang Benny jalannya kecepetan terus -_-. Well, hari ini bener-bener oke sih.. God is great! Semoga Tuhan selalu melindungi kami dan keluarga besar kami dalam menyambut hari Sabtu nanti. Amin...
Hari ini dihabiskan dengan (masih) bekerja dan ikut konseling pranikah. Apa sih isi dari konseling pranikah terakhir kami?
Tentu saja, resume dari semua bahan konseling tentang membentuk keluarga Kristen yang penuh kasih dan menjadikan Kristus sebagai kepala keluarga. Artinya adalah kami berdua harus selalu mengandalkan Kristus sebagai pimpinan kami. Konseling pranikah pun gak jauh-jauh tentang "Istri harus menghormati suami dan suami harus mengasihi istri". Ya, walaupun kelihatannya klise, tapi hal ini harus ada demi keseimbangan rumah tangga. Amang pendeta mengingatkan Benny untuk mengasihi dan mencintai aku. Satu kalimat yang bikin aku senyum sendiri adalah waktu amang bilang ke Benny, "Kau tau kan dia anak tunggal? Cintai dia sepenuh hati, tapi jangan memanjakan dia." Eaa.. eaa.. Ku tak boleh dimanja :p .Amang pendetaku gak banyak bertele-tele tentang teori rumah tangga berdasarkan Alkitab. Beliau hanya mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga sesungguhnya tidak berpatokan pada teori-teori yang ada di konseling pranikah. Kalian akan tau dan belajar sendiri, katanya.
Terus.. tadi juga belajar jalan dari pintu gereja menuju altar.. Bang Benny jalannya kecepetan terus -_-. Well, hari ini bener-bener oke sih.. God is great! Semoga Tuhan selalu melindungi kami dan keluarga besar kami dalam menyambut hari Sabtu nanti. Amin...
Minggu, 17 September 2017
H-6, Terima kasih :)
D-6 As A Single
Seharusnya saya menulis tentang 7 hari terakhir saya sebagai seorang lajang.. Tapi, berhubung segala persiapan menuju hari pernikahan ini sangat melelahkan maka saya akan menulisnya dimulai dari H-6.
Saya akan menuliskan tentang rasa terima kasih saya terhadap orang-orang yang pernah lalu lalang di hati saya sepanjang saya diizinkan berpacaran sejak kelas 3 SMA, hingga saya menemukan belahan jiwa saya.
.
.
Untuk kamu yang pernah singgah di hati saya, yang dulu saya kira itu cinta sejati saya tapi ternyata itu hanyalah cinta monyet.. Hahaha.. Terima kasih ya, sudah pernah ada dan membuat saya pernah punya pacar super posesif, yang gak ngebolehin saya pergi kemana-mana kecuali ke sekolah (lalu kampus) kemudian ke rumah. Kamu memberikan banyak pelajaran bagaimana bisa sabar menghadapi orang menjengkelkan seperti kamu di usia saya yang baru 17 tahun waktu itu..
.
.
Untuk Pak Dokter, terima kasih karena pernah membuat saya tau rasanya sakit diselingkuhi di depan mata saya sendiri. Bagaimana dengan tegarnya saya berbalik badan meninggalkan kamu setelah kita berbicara 6 mata dengan dia. Sukses untuk pendidikan spesialisnya!
.
.
Untuk kamu, yang saat ini sudah jauh di Nusa Tenggara. Terima kasih sudah pernah jatuh dan bangun bersama saya menghadapi stressnya skripsi, bagaimana kaca mobil dibobol dan laptopmu diambil yang pada akhirnya skripsimu molor 1 tahun, gimana sedihnya kamu waktu gak diterima di Krakatau Posco-salah satu tempat pekerjaan impianmu, gimana sedihnya cinta usia 20an yang kita miliki tanpa restu orang tua. Kamulah orang yang pernah membuat saya menjadi kuat memperjuangkan apapun..
.
.
Untuk orang yang pernah saya cintai diam-diam... Saya akui saya pernah sayang sama kamu tapi saya tidak pernah bisa mengungkapkannya. Beberapa kali kita pergi bersama tapi tidak satupun kata itu terucap dari bibirku.. Saya, orang yang jatuh cinta denganmu secara diam-diam hanya bisa mendoakan. Dulu saya cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.. Saat ini pun saya doakan agar kamu lekas mempunyai pasangan. Hihihi..
.
.
.
Dan kamu, orang terakhir dan selamanya akan lalu lalang di hati dan pikiran saya. Saya tidak menyangka kamulah yang akan menjadi pasangan hidup saya, orang yang dengan sabarnya mendengarkan cerita saya tentang 4 orang diatas. Orang yang selalu memberi semangat ketika saya pernah disakiti si orang nomor 2 yang saya ceritakan. Sekarang saya semakin siap mengarungi semuanya dengan kamu.. Terima kasih sudah menunggu saya selama ini..
Seharusnya saya menulis tentang 7 hari terakhir saya sebagai seorang lajang.. Tapi, berhubung segala persiapan menuju hari pernikahan ini sangat melelahkan maka saya akan menulisnya dimulai dari H-6.
Saya akan menuliskan tentang rasa terima kasih saya terhadap orang-orang yang pernah lalu lalang di hati saya sepanjang saya diizinkan berpacaran sejak kelas 3 SMA, hingga saya menemukan belahan jiwa saya.
.
.
Untuk kamu yang pernah singgah di hati saya, yang dulu saya kira itu cinta sejati saya tapi ternyata itu hanyalah cinta monyet.. Hahaha.. Terima kasih ya, sudah pernah ada dan membuat saya pernah punya pacar super posesif, yang gak ngebolehin saya pergi kemana-mana kecuali ke sekolah (lalu kampus) kemudian ke rumah. Kamu memberikan banyak pelajaran bagaimana bisa sabar menghadapi orang menjengkelkan seperti kamu di usia saya yang baru 17 tahun waktu itu..
.
.
Untuk Pak Dokter, terima kasih karena pernah membuat saya tau rasanya sakit diselingkuhi di depan mata saya sendiri. Bagaimana dengan tegarnya saya berbalik badan meninggalkan kamu setelah kita berbicara 6 mata dengan dia. Sukses untuk pendidikan spesialisnya!
.
.
Untuk kamu, yang saat ini sudah jauh di Nusa Tenggara. Terima kasih sudah pernah jatuh dan bangun bersama saya menghadapi stressnya skripsi, bagaimana kaca mobil dibobol dan laptopmu diambil yang pada akhirnya skripsimu molor 1 tahun, gimana sedihnya kamu waktu gak diterima di Krakatau Posco-salah satu tempat pekerjaan impianmu, gimana sedihnya cinta usia 20an yang kita miliki tanpa restu orang tua. Kamulah orang yang pernah membuat saya menjadi kuat memperjuangkan apapun..
.
.
Untuk orang yang pernah saya cintai diam-diam... Saya akui saya pernah sayang sama kamu tapi saya tidak pernah bisa mengungkapkannya. Beberapa kali kita pergi bersama tapi tidak satupun kata itu terucap dari bibirku.. Saya, orang yang jatuh cinta denganmu secara diam-diam hanya bisa mendoakan. Dulu saya cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.. Saat ini pun saya doakan agar kamu lekas mempunyai pasangan. Hihihi..
.
.
.
Dan kamu, orang terakhir dan selamanya akan lalu lalang di hati dan pikiran saya. Saya tidak menyangka kamulah yang akan menjadi pasangan hidup saya, orang yang dengan sabarnya mendengarkan cerita saya tentang 4 orang diatas. Orang yang selalu memberi semangat ketika saya pernah disakiti si orang nomor 2 yang saya ceritakan. Sekarang saya semakin siap mengarungi semuanya dengan kamu.. Terima kasih sudah menunggu saya selama ini..
Senin, 17 April 2017
Marhusip Day : DONE
Hello..
Gue mau cerita tentang hari Marhusip gue yang sudah dilaksanakan di hari Sabtu, 15 April 2017 yang lalu. Apa sih itu Marhusip? Marhusip adalah salah satu proses menuju ke pesta pernikahan di dalam Adat Batak dan bisa juga disebut dengan lamaran. Dalam acara ini pihak keluarga besar calon pengantin laki-laki akan membawa makanan khasnya atau disebut dengan tudu-tudu sipanganon yaitu 1 ekor babi atau bisa digantikan oleh sapi ke kediaman pihak calon pengantin perempuan. Makanan tersebut disajikan di atas nampan dan sebagai balasan, pihak keluarga calon pengantin perempuan akan memberikan senampan ikan mas arsik.
Para Raja Hata (Pembawa Acara) baik dari pihak calon pengantin laki-laki maupun calon pengantin perempuan akan berbalasan pantun dan selanjutnya akan diadakan rapat untuk membahas keperluan pesta seperti tanggal pemberkatan, gereja tempat pemberkatan, ulos yang diberikan, dan lain-lain. Pada saat rapat tersebut, calon pengantin akan 'disembunyikan' dan baru dipersilakan keluar ketika rapat keluarga besar sudah selesai dan diberikan uang ingot-ingot sebagai simbol pengingat pesta yang akan datang..
How did I feel when I was in these moment? Yang pasti deg-degan, grogi karena akan diperkenalkan ke keluarga besar Siregar alias keluarga besar calon suami gue. Berkali-kali liat cermin apakah dandanan sudah oke. Yeah, obviously okay cause my best friend, Raisa did a very good make up on me. Satu hal yang bikin gue bete cuma baju gue yang kegedean. Entah nyokap gue yang jahitnya kebesaran apa emang gue udah mengecil dengan sempurna? Tsah! Tapi apapun itu, gue bersukacita karena hari Sabtu kemarin adalah the good day for us. Semua lancar di hari itu, gak ada ngotot-ngototan. Memang, kalo suatu acara berjalan dengan tulus hati di masing-masing orang yang menghadirinya, semua akan berjalan lancar. Yang terpenting adalah berdoa dan berserah kepada Tuhan soal acara-acara seperti ini. Nah sekarang, sudah mulai makin mempersiapkan untuk hari H. Semoga semua lancar!
Thanks to :
1. MUA : Raisa Piscessa br Siahaan ( IG : @thesisters_MUA)
2. Decoration : Roemah Hantar Wulan (IG : @wulanmustika), detail price : 5 Flower Papers @20.000, Bunting Flag around Rp 100.000,- +Background tiles Rp 16.000,-
3. Photographer : Rian Samosir ( IG : @samosir_voyages)
4. Catering : By Family
5. Songket : De'Majestic Ps Mayestik Kebayoran Baru
6. Yellow Kebaya : Made by Mom
Gue mau cerita tentang hari Marhusip gue yang sudah dilaksanakan di hari Sabtu, 15 April 2017 yang lalu. Apa sih itu Marhusip? Marhusip adalah salah satu proses menuju ke pesta pernikahan di dalam Adat Batak dan bisa juga disebut dengan lamaran. Dalam acara ini pihak keluarga besar calon pengantin laki-laki akan membawa makanan khasnya atau disebut dengan tudu-tudu sipanganon yaitu 1 ekor babi atau bisa digantikan oleh sapi ke kediaman pihak calon pengantin perempuan. Makanan tersebut disajikan di atas nampan dan sebagai balasan, pihak keluarga calon pengantin perempuan akan memberikan senampan ikan mas arsik.
| Daging babi yang diberikan ke pihak keluarga perempuan |
| Ikan mas yang diberikan kembali ke pihak laki-laki |
Para Raja Hata (Pembawa Acara) baik dari pihak calon pengantin laki-laki maupun calon pengantin perempuan akan berbalasan pantun dan selanjutnya akan diadakan rapat untuk membahas keperluan pesta seperti tanggal pemberkatan, gereja tempat pemberkatan, ulos yang diberikan, dan lain-lain. Pada saat rapat tersebut, calon pengantin akan 'disembunyikan' dan baru dipersilakan keluar ketika rapat keluarga besar sudah selesai dan diberikan uang ingot-ingot sebagai simbol pengingat pesta yang akan datang..
| With Uang Ingot-Ingot |
| Raja Parhata Saling Memberikan Uang Ingot-Ingot |
| Suasana Marhusip 01 |
| Suasana Marhusip 02 |
How did I feel when I was in these moment? Yang pasti deg-degan, grogi karena akan diperkenalkan ke keluarga besar Siregar alias keluarga besar calon suami gue. Berkali-kali liat cermin apakah dandanan sudah oke. Yeah, obviously okay cause my best friend, Raisa did a very good make up on me. Satu hal yang bikin gue bete cuma baju gue yang kegedean. Entah nyokap gue yang jahitnya kebesaran apa emang gue udah mengecil dengan sempurna? Tsah! Tapi apapun itu, gue bersukacita karena hari Sabtu kemarin adalah the good day for us. Semua lancar di hari itu, gak ada ngotot-ngototan. Memang, kalo suatu acara berjalan dengan tulus hati di masing-masing orang yang menghadirinya, semua akan berjalan lancar. Yang terpenting adalah berdoa dan berserah kepada Tuhan soal acara-acara seperti ini. Nah sekarang, sudah mulai makin mempersiapkan untuk hari H. Semoga semua lancar!
Thanks to :
1. MUA : Raisa Piscessa br Siahaan ( IG : @thesisters_MUA)
2. Decoration : Roemah Hantar Wulan (IG : @wulanmustika), detail price : 5 Flower Papers @20.000, Bunting Flag around Rp 100.000,- +Background tiles Rp 16.000,-
3. Photographer : Rian Samosir ( IG : @samosir_voyages)
4. Catering : By Family
5. Songket : De'Majestic Ps Mayestik Kebayoran Baru
6. Yellow Kebaya : Made by Mom
Selasa, 07 Maret 2017
Walk Down The Aisle with 'Angles Brought Me Here'
Enam bulan lagi gue akan melangkah bersama pilihan gue, orang yang selama ini adalah teman baik gue, musuh terbaik gue, sekaligus ayah dan abang gue.. Well, setelah perjalanan panjang penuh krikil, lumpur, api, segala macemnya, dan mungkin akan ada beberapa rintangan lagi menuju hari H. Gue cuma bisa berdoa agar gue dan dia, terutama orang tua kami diberi kekuatan lebih, dan kebijaksanaan lebih untuk menghadapi semuanya menuju hari H.
Waktu kecil, gue gak pernah memimpikan seperti apa konsep pernikahan gue, terutama ketika pemberkatan di gereja. Gue cuma tau pengantin akan melangkah pelan menuju altar, jemaat bernyanyi, Pendeta menumpangkan tangan di atas kepala pengantin, selesai ibadah kemudian ke gedung. Sampai pada akhirnya gue beranjak remaja hingga seumur gini, gue sadar... pemilihan lagu untuk melangkah menuju altar itu juga penting. Karena setiap lagu mempunyai suasana tersendiri, apalagi kalo kita mengerti liriknya.
Mengingat dia adalah teman lama gue yang sangat baik, rela mendengarkan curhatan ga jelas gue yang panjang lebar itu, dan kita udah melewati segalanya bersama. Dari mulai sayang-sayangan, cuek-cuekan, marah-marahan, sampai ketawa-ketawa lagi, Gue memilih 'Angels Brought Me Here' untuk lagu pengantar gue dan dia melangkah ke altar nanti. (Dalam hati berdoa semoga wedding singer gue bisa nyanyiin ini,secara tone nya naik turun pake modulasi :D ).
Buat yang belum tau lagunya bisa di-search di Youtube. Gue hanya menuliskan beberapa bait lirik disini :
It's been a long and winding journey,But I'm finally here tonight
Picking up the pieces, And walking back into the light
Into the sunset of your glory, Where my heart and future lies
There's nothing like that feeling, When I look into your eyes
My dreams came true, When I found you
I found you...My miracle
If you could see what I see, That you're the answer to my prayers
And if you could feel the tenderness I feel, You would know
It would be clear, That angels brought me here
It's been a long and winding journey.....Bener banget.. Semua hal yang gue lewati sama dia demi menuju kehidupan berumah-tangga gini bener-bener panjang dan banyak hal-hal yang hampir bikin kami 'gila'. Tapi, Tuhan selalu beri kekuatan buat menghadapinya dan gue yakin dia lah yang punya tulang rusuk ini... Hal lainnya yang bikin gue yakin adalah dia selalu bisa tahu apa yang gue rasakan...If you could see what I see, That you're the answer to my prayers...
Sampai bertemu di altar dengan lagu ini...
Shinta,
08.03.2017/ 09.18
Kamis, 09 Februari 2017
Tujuh Bulan Lagi :)
Fase hidup selanjutnya setelah aku lulus kuliah dan bekerja akan segera tiba dalam waktu tujuh bulan dari sekarang. Rasa deg-degan, khawatir, sedih, bahagia, semua bercampur jadi satu. Apakah aku bisa mempersiapkannya dengan baik? Apakah dana yang dibutuhkan bisa tercukupi? Dan apakah kehidupan setelah menjalankan hari besar itu bisa menjadi lebih baik?
Semua kutanyakan dalam hatiku. Pikiranku bercabang. Semerawut. Aku cuma bisa berusaha dan berdoa sama Tuhan agar semua bisa berjalan lancar. Semoga rezeki aku, dia, dan kedua belah pihak keluarga kami boleh dicukupkan oleh Tuhan. Sehingga semua boleh berbahagia bersama kami.
Untuk materi dan mental, aku hanya merasa semua belum terpenuhi 100%. Masih boros, manajemen keuanganku lumayan buruk. Masih sering ngambek, baperan, dll. Semoga aja semua bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena menikah bukan hanya karena cinta...
...
Yang aku tahu, menikah tidak hanya karena aku cinta sama dia, tapi juga memang butuh komitmen yang luar biasa erat. Aku berpedoman pada beberapa ayat yang tertulis di Alkitab, "...apa yang dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia.." dan "..Hendaklah kau setia sampai mati."
.
.
.
Menikah butuh usaha untuk membuat pasangan kita bahagia. Berlaku manis dan berkata hal-hal baik yang bisa menyemangati dan membahagiakan dia.
Menikah butuh kejujuran. Bersatu dengan orang yang tadinya asing, dan kita harus membagi rasa bersama, keluh kesah, masalah, apapun yang kita alami.
Menikah butuh kesabaran untuk paham dengan pasangan. Aku dan dia lahir dari latar belakang keluarga yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda. Memahami sifatnya dan apa yang dia butuhkan kadang masih sulit untuk aku lakukan...
Menikah, bukan karena dua orang sempurna bersatu untuk bekerja sama membangun kehidupan, tapi dua orang yang jauh dari sempurna saling mendukung dalam perbedaan yang ada..
.
.
.
.
-Shinta-
13.05
Semua kutanyakan dalam hatiku. Pikiranku bercabang. Semerawut. Aku cuma bisa berusaha dan berdoa sama Tuhan agar semua bisa berjalan lancar. Semoga rezeki aku, dia, dan kedua belah pihak keluarga kami boleh dicukupkan oleh Tuhan. Sehingga semua boleh berbahagia bersama kami.
Untuk materi dan mental, aku hanya merasa semua belum terpenuhi 100%. Masih boros, manajemen keuanganku lumayan buruk. Masih sering ngambek, baperan, dll. Semoga aja semua bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena menikah bukan hanya karena cinta...
...
Yang aku tahu, menikah tidak hanya karena aku cinta sama dia, tapi juga memang butuh komitmen yang luar biasa erat. Aku berpedoman pada beberapa ayat yang tertulis di Alkitab, "...apa yang dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia.." dan "..Hendaklah kau setia sampai mati."
.
.
.
Menikah butuh usaha untuk membuat pasangan kita bahagia. Berlaku manis dan berkata hal-hal baik yang bisa menyemangati dan membahagiakan dia.
Menikah butuh kejujuran. Bersatu dengan orang yang tadinya asing, dan kita harus membagi rasa bersama, keluh kesah, masalah, apapun yang kita alami.
Menikah butuh kesabaran untuk paham dengan pasangan. Aku dan dia lahir dari latar belakang keluarga yang berbeda dan memiliki kebiasaan yang berbeda. Memahami sifatnya dan apa yang dia butuhkan kadang masih sulit untuk aku lakukan...
Menikah, bukan karena dua orang sempurna bersatu untuk bekerja sama membangun kehidupan, tapi dua orang yang jauh dari sempurna saling mendukung dalam perbedaan yang ada..
.
.
.
.
-Shinta-
13.05
Langganan:
Postingan (Atom)








