Untuk kamu yang ada di sana, yang saat ini pun masih kelihatan sendiri... Tenanglah, aku baik-baik saja disini. Cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang...
Untuk kamu yang ada di sana, yang masih saja sibuk dengan pencapaian karirmu, teruslah semangat. Kejar apa yang belum kamu dapatkan...
Untuk kamu yang ada di sana, yang suka sekali berorganisasi, berdebat, menggagas ide, dan berkumpul bersama teman-teman seperjuanganmu, semoga organisasimu, perkumpulanmu, atau apalah itu bisa terus berjaya dan melahirkan generasi-generasi penerus yang tahan uji, lebih kaya akan ide, lebih bisa mengatur waktu dan energi sehingga kalian terus berjalan menapaki kesuksesan...
Kadang aku berpikir... Kenapa ya kita gak jadian dulu? Padahal udah sama-sama dekat. Sama-sama tau cerita hidup masing-masing. Tapi setelah aku pikir-pikir, ada bagusnya kita gak jadian. Bisa-bisa akan banyak konflik. Karena setelah aku menikah dengan dia dan memperhatikan kehidupanmu, banyak hal yang mungkin tidak bisa aku tolerir... Seperti kehebohanmu dan betapa dominannya kamu saat bercerita dan gak boleh didebat, bisa jadi patung aja aku dengerinnya. Atau... sibuknya kamu dengan perkumpulan pemuda di margamu itu sampai kadang pulang pagi.. Bisa elus dada ngelihatnya...
Ah... jadi kembali mengenang kan. Tapi tak apa, walau aku sudah bersuami. Yang manis-manis tetaplah manis untuk diingat. Sejauh ini kalau diputar kembali memori itu, tidak ada yang jelek. Cuma masalah hobi ngaretmu aja yang bikin gondok.
Umurmu berapa hari ini? 30 tahun ya? Udah cukuplah ngacir kesana kemari ngurusin perkumpulan marga itu.... Saatnya cari pendamping biar ada yang ngingetin supaya gak pulang pagi gara-gara nongkrong di bandrek UKI...
Selamat ulang tahun ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar