Senin, 09 Desember 2019

Singapore 2019 (Day 01, Plus Tiket Pergi dan Pengeluaran)

Hellooo...
Kali ini gue mau ceritain sedikit tentang liburan gue ke Singapore di 4-6 Desember 2019 kemarin. Tadinya gue males banget pergi kesana, tapi karena yang baginda ratu di rumah minta pergi terus ya udah gue booking lah tiket via Traveloka. Deg-degan juga bookingnya karena rada mepet kan. Itu pun beli tiket pergi dulu, tiket pulang masih mahal.

Rinciannya : JKT-KL-SG (kudu lewat KL, namanya juga promo), harganya : Rp 475.000,- per orang. Berhubung pergi berdua sama nyokap ya jadi sekitar Rp 950.000,-

Transitlah kita di KL sambil foto-foto manja coz nyokap gue demen banget difoto yaallah...




Jam 11.30 Waktu Singapura akhirnya kami tiba di Changi, cus..lanjut nyari Jewel.. AHAHAHA.. Norak ye gue baru ke Jewel... 

Waktu masih di Jakarta, gue sibuk cari tau tentang Jewel. Pas liat di Traveloka kok ada tiketnya? Tapi gue tanya teman gue yang udah kesana, katanya free. Plus pas udah  nyampe SG, kata orang-orang sana,"Just go, it is in public area.". Oke baeklaaahhh.. kalo yang free langsung cepet kaki gue..

Tadaaaaaaaaaaaaaa....

Mak.. nemu Jewel juga kita , Makkk...


Udah puas foto-foto, langsung deh kita nyari KFC (hari pertama KFC ajalah dulu daripada puyeng mikir mau makan apa). Jadi tuh, Jewel itu ya public area. Ada di tengah-tengah Plaza yang ada di Changi Airport. Di Plaza tersebut banyak tempat makan dan toko. 

Di KFC gue coba untuk memesan 1 paket aja dulu, cek ombak itu porsinya kayak gimana. Ternyata meennnn...Ayamnya gedong banget. Harganya 10 SGD aja sih ( Sekitar Rp 103.000,-) tapi udah dapat 1 nasi, 1 coke gede, 1 salad, 1 dessert, 2 ayam gede. Ya udah gue cuma minta tambah 1 nasi aja. Total 11 SGD, karena harga nasi adalah 1 SGD saja.. Tapi gue lupa fotoin porsi makanannya.


*********************

SIM CARD dan MRT TICKET

Gue cuma mau info aja nih, kalo beli SIM Card di Bandara itu harganya 35 SGD alias 350ribuan dan kalo lo beli di Sevel, itu cuma 12 SGD. 

MRT Ticket :
Gue gak beli Tourist Pass karena lagi mikir bakal naik MRT terus apa bakal pake Grab, mengingat gue jalan sama nyokap gue dan kondisi kekuatan kakinya berubah-ubah... 

Rata-rata ongkos gue di hari pertama adalah 2.5 SGD atau 25ribuan (Berdua jadi 50ribuan) sekali jalan.






********************

Menuju Hotel


Gue milih hotel di deket MRT Nicoll Highway, udah arah ke Bugis sih. Sebenarnya rada salah juga milih hostel ini. Kirain deket dari MRT, ternyata jalannya cukup bikin gempor. Untung ada eskalator, jadi mak gue aman lah kakinya. Nama hostelnya adalah Five Stones Hostel, sekarang kerjasamanya dengan RedDoorz. Alamatnya di 285 Beach Rd, Singapura 199550. Berikut adalah foto-foto yang gue ambil dari Google, karena lagi-lagi gue lupa fotoin. (Pikun pikun pikun).


Tampak Depan, Sekarang udah ganti plang jadi RedDoorz ya (Sumber : Google)

Kamar untuk 2 orang / Non-Dormitory (Sumber : Google)

Living Room dan Breakfast Area (Ada DVD Player, TV, Buku-buku)

Harga private room for 2 pax : Rp 650.000,- semalam, total 3D2N = Rp 1.300.000,- Include Breakfast (Toast, Cereal, Tea/Coffee). 




********************

ORCHARD ROAD (Lucky Plaza, Sommerset, Paragon, Concorde, Centre Point)

Cuma wisata Mall aja, guys... Tapi asik loh. Disini gue menikmati es krim 1 dollar yang udah gak 1 dollar lagi, tapi 1.2 SGD wkwkwkwk...

Untuk makan, better you go to Lucky Plaza, Lower Ground, towards to McDonald, you'll find a food court. Makanannya enak-enak, harganya sekitar 5-7 SGD (Sekitar 51 ribuan sampai 75 ribuan), untuk minuman ya 1-2 SGD (10ribuan-20ribuan).










******************



DAY 01 Done... 

Bakal gue lanjutin nanti...



Rekap biaya pengeluarannya yuk 


Biaya di bawah untuk 2 Orang
Tiket JKT-SG : Rp 950.000,-
KFC di Jewel : Rp 113.000,-
MRT ke Hotel : Rp 52.000,-
Biaya Menginap di Hostel 3D2N : Rp 1.300.000,-
SIM Card (Beli di Seven Eleven) : Rp 120.000,-
MRT Ke Orchard PP : Rp 110.000,-
Dinner di Lucky Plaza : Rp 150.000,- (Include Drink)


TOTAL : Rp 2.795.000,-












Jalan-Jalan Ke Thailand 2018 (Day 01)

Hello,
Udah lama banget gak nulis-nulis disini. Maklum aja ya, rutinitas after married itu gak kira-kira hihihi. Berhubung udah pisah rumah sama mertua dan suami tipenya yang suka makan makanan rumahan, mau gak mau harus urus semuanya sendiri (dibantu Pak Suami juga sih!). Bangun pagi lalu masak komplit, siapin bekal, trus berangkat ngajar ke sekolah, pulang ngajar dari sekolah juga harus ngajar privat lagi, pulang ngajar lalu masak untuk makan malam, terus kalau sempat ya ngepel rumah. Nyuci? Gak dong, serahkan jasa cuci mencuci ke Laundry terdekat. Hahahahaa..

Oke baiklah, itu sekilas info tentang kehidupan gue sebagai istri dan wanita pekerja. Kali ini gue mau ceritain dikit tentang liburan gue di Bangkok bareng nyokap dan sepupu gue di Desember 2018 kemarin. Suami gak diajak? Lah dia paling susah cuti, beb. Jadi gue liburan tanpa doi.

Rencana perjalanan ke Thailand ini udah dibuat sejak 1 tahun sebelumnya sama nyokap gue. Alasan beliau pengen kesana ya karena info kuliner dan belanja yang dia dengar dari TV atau dari teman-temannya. Yah namanya emak-emak kan, demen banget jalan-jalan yang ada belanjanya.

So, mulai dari mikir sana-sini, ngitung sana-sini jadilah gue booking tiket ke Thailand untuk perjalanan dari 11-14 Desember 2018. Oiya disini gue mau nulis tentang perjalanan dan budget yang gue keluarkan ya.

Yuk.. mulai dari hari pertama :

Untuk penerbangan ke Bangkok, gue ambil Thai Lion. Harganya sekitar Rp 1.200.000,-an (Ini udah yang paling murah ya, guys). Kami berangkat 06.30 dengan penerbangan selama 3 jam.

Penampakan sedikit dari Bandara Don Mueang, Bangkok

Tempat Nunggu Bus, Grab, dan Transportasi Lainnya



Seusai urusan dengan pihak Imigrasi Bandara, kami membeli Sim Card khusus Turis. Harganya sekitar 200 THB atau Rp 100.000,-an aja untuk 7 hari dengan kuota 4G Unlimited. Ini penampakan bungkus Sim Cardnya ya guys, gue comot dari Tokopedia soalnya udah dibuang pas disana. 



Trus kami langsung order Grab ke hostel tempat kami akan menginap. Kenapa pilih Grab? Karena kami bertiga dan harga naik Busnya bakal beda tipis dengan ongkos Grab plus gue bawa nyokap gue yang udah encok-encokan jadi kan kasihan ya bawa orang tua untuk naik Bus umum. Tapi kalo kalian berniat untuk naik Bus umum ke kawasan tempat kami menginap (Phya Thai/Victory Monument) kalian bisa pilih bus dengan nomor A2 ya. 
Kami naik Grab dengan ongkos THB 170 dan Voila! Sampai juga di Motley House, kawasan Phya Thai.
The Motley House ini gue temukan melalui blog juga loh. Biaya menginap per malamnya sekitar 800 THB exclude breakfast. Tapi tenang aja, di sekitar Motley House banyak penjual makanan dan snack. Kalau jalan sedikit, sekitar 4 rumah di sebelah kanan Motley House itu ada 7Eleven guys. So, ga usah takut kelaparan ya... Untuk makan siang seusai sampai disana plus makan pagi di hari berikutnya, kami selalu makan di warung makan yang berjarak 2 rumah dari Motley House. Tapi ini khusus yang non-halal ya.. 
Segini Tuh Murah Harganya Loh!


****Lanjut Nanti****


To You

Untuk kamu yang ada di sana, yang saat ini pun masih kelihatan sendiri... Tenanglah, aku baik-baik saja disini. Cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang...
Untuk kamu yang ada di sana, yang masih saja sibuk dengan pencapaian karirmu, teruslah semangat. Kejar apa yang belum kamu dapatkan...
Untuk kamu yang ada di sana, yang suka sekali berorganisasi, berdebat, menggagas ide, dan berkumpul bersama teman-teman seperjuanganmu, semoga organisasimu, perkumpulanmu, atau apalah itu bisa terus berjaya dan melahirkan generasi-generasi penerus yang tahan uji, lebih kaya akan ide, lebih bisa mengatur waktu dan energi sehingga kalian terus berjalan menapaki kesuksesan...

Kadang aku berpikir... Kenapa ya kita gak jadian dulu? Padahal udah sama-sama dekat. Sama-sama tau cerita hidup masing-masing. Tapi setelah aku pikir-pikir, ada bagusnya kita gak jadian. Bisa-bisa akan banyak konflik. Karena setelah aku menikah dengan dia dan memperhatikan kehidupanmu, banyak hal yang mungkin tidak bisa aku tolerir... Seperti kehebohanmu dan betapa dominannya kamu saat bercerita dan gak boleh didebat, bisa jadi patung aja aku dengerinnya. Atau... sibuknya kamu dengan perkumpulan pemuda di margamu itu sampai kadang pulang pagi.. Bisa elus dada ngelihatnya...

Ah... jadi kembali mengenang kan. Tapi tak apa, walau aku sudah bersuami. Yang manis-manis tetaplah manis untuk diingat. Sejauh ini kalau diputar kembali memori itu, tidak ada yang jelek. Cuma masalah hobi ngaretmu aja yang bikin gondok.

Umurmu berapa hari ini? 30 tahun ya? Udah cukuplah ngacir kesana kemari ngurusin perkumpulan marga itu.... Saatnya cari pendamping biar ada yang ngingetin supaya gak pulang pagi gara-gara nongkrong di bandrek UKI...

Selamat ulang tahun ya...


Jumat, 29 Desember 2017

Reflection of 2017




























Reflection of 2017

2017 was a wonderful year I ever had. In addition so many tears and drama that occured in this year, but I found a lot of happiness going on. I found a lot of new friends who really support me and many listen to my grievances, who accept me as is and although they upset me, they still can understand me.
In April he came with his family to propose to me in front of my family. All went well with a little drama that usually happens in the batak family.. Yeah, I have to keep in mind during my wedding preparations. I spent a lot of money, energy, emotions, and tears to prepare for this marriage. I watched during the preparation, many families wanted to make a profit in the middle of spending this money. There is also a very indifferent person though they are my close family. One blood but not in one heart.







Mother? I'm still quarreling all year round. But I'm getting used to it. I'm starting to think it's normal. Angry, irritated, yelled, then silent and warm again. That is my cycle with my mom, LOL.

Lover? he became my husband now. After dating for three years, it almost broke up many times because of unstable emotion, I finally chose him as a life partner and we made a vow on 23rd September 2017. Right after marriage and remembering what has happened, I learned that families do not always expect a reward for the good that is given to us, which we think a close family can turn out to be a bitch with all kinds of requests, your friends you think you love enough , was not willing to take a difficult path to attend your wedding. They who you think do not care, even came and congratulated. This year married, basically I do not regret with all the preparations full of drama. Happy, proud, and grateful. God who enabled me and my husband to pass through!
and.. yeah..the new year stands before us, like a chapter in a book waiting to be written. We can help write that story by setting goals.

By the end of this year I just wish I could forget all the hurt and learn to continue to be a much better person, For my husband, my family, and my friends. May be in the next year I may get more blessings and joy. I hope that in this year to come, I make mistakes. Yes!Mistakes! Because if I’m making mistakes, then I’m making new things, trying new things, learning, living, pushing myself, changing myself, changing my world. I’m doing things I've never done before, and more importantly, I’m doing something..





Dante Coffee, 13.29

Senin, 18 September 2017

Catatan H-5

Catatan H-5

Hari ini dihabiskan dengan (masih) bekerja dan ikut konseling pranikah. Apa sih isi dari konseling pranikah terakhir kami?
Tentu saja, resume dari semua bahan konseling tentang membentuk keluarga Kristen yang penuh kasih dan menjadikan Kristus sebagai kepala keluarga. Artinya adalah kami berdua harus selalu mengandalkan Kristus sebagai pimpinan kami. Konseling pranikah pun gak jauh-jauh tentang "Istri harus menghormati suami dan suami harus mengasihi istri". Ya, walaupun kelihatannya klise, tapi hal ini harus ada demi keseimbangan rumah tangga. Amang pendeta mengingatkan Benny untuk mengasihi dan mencintai aku. Satu kalimat yang bikin aku senyum sendiri adalah waktu amang bilang ke Benny, "Kau tau kan dia anak tunggal? Cintai dia sepenuh hati, tapi jangan memanjakan dia." Eaa.. eaa.. Ku tak boleh dimanja :p .Amang pendetaku gak banyak bertele-tele tentang teori rumah tangga berdasarkan Alkitab. Beliau hanya mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga sesungguhnya tidak berpatokan pada teori-teori yang ada di konseling pranikah. Kalian akan tau dan belajar sendiri, katanya.
Terus..  tadi juga belajar jalan dari pintu gereja menuju altar.. Bang Benny jalannya kecepetan terus -_-. Well, hari ini bener-bener oke sih.. God is great! Semoga Tuhan selalu melindungi kami dan keluarga besar kami dalam menyambut hari Sabtu nanti. Amin...

Minggu, 17 September 2017

H-6, Terima kasih :)

D-6 As A Single

Seharusnya saya menulis tentang 7 hari terakhir saya sebagai seorang lajang.. Tapi, berhubung segala persiapan menuju hari pernikahan ini sangat melelahkan maka saya akan menulisnya dimulai dari H-6.

Saya akan menuliskan tentang rasa terima kasih saya terhadap orang-orang yang pernah lalu lalang di hati saya sepanjang saya diizinkan berpacaran sejak kelas 3 SMA, hingga saya menemukan belahan jiwa saya.
.
.
Untuk kamu yang pernah singgah di hati saya, yang dulu saya kira itu cinta sejati saya tapi ternyata itu hanyalah cinta monyet.. Hahaha.. Terima kasih ya, sudah pernah ada dan membuat saya pernah punya pacar super posesif, yang gak ngebolehin saya pergi kemana-mana kecuali ke sekolah (lalu kampus) kemudian ke rumah. Kamu memberikan banyak pelajaran bagaimana bisa sabar menghadapi orang menjengkelkan seperti kamu di usia saya yang baru 17 tahun waktu itu..
.
.
Untuk Pak Dokter, terima kasih karena pernah membuat saya tau rasanya sakit diselingkuhi di depan mata saya sendiri. Bagaimana dengan tegarnya saya berbalik badan meninggalkan kamu setelah kita berbicara 6 mata dengan dia. Sukses untuk pendidikan spesialisnya!
.
.
Untuk kamu, yang saat ini sudah jauh di Nusa Tenggara. Terima kasih sudah pernah jatuh dan bangun bersama saya menghadapi stressnya skripsi, bagaimana kaca mobil dibobol dan laptopmu diambil yang pada akhirnya skripsimu molor 1 tahun, gimana sedihnya kamu waktu gak diterima di Krakatau Posco-salah satu tempat pekerjaan impianmu, gimana sedihnya cinta usia 20an yang kita miliki tanpa restu orang tua. Kamulah orang yang pernah membuat saya menjadi kuat memperjuangkan apapun..
.
.
Untuk orang yang pernah saya cintai diam-diam... Saya akui saya pernah sayang sama kamu tapi saya tidak pernah bisa mengungkapkannya. Beberapa kali kita pergi bersama tapi tidak satupun kata itu terucap dari bibirku.. Saya, orang yang jatuh cinta denganmu secara diam-diam hanya bisa mendoakan. Dulu saya cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.. Saat ini pun saya doakan agar kamu lekas mempunyai pasangan. Hihihi..
.
.
.
Dan kamu, orang terakhir dan selamanya akan lalu lalang di hati dan pikiran saya. Saya tidak menyangka kamulah yang akan menjadi pasangan hidup saya, orang yang dengan sabarnya mendengarkan cerita saya tentang 4 orang diatas. Orang yang selalu memberi semangat ketika saya pernah disakiti si orang nomor 2 yang saya ceritakan. Sekarang saya semakin siap mengarungi semuanya dengan kamu.. Terima kasih sudah menunggu saya selama ini..

Senin, 17 April 2017

Marhusip Day : DONE

Hello..
Gue mau cerita tentang hari Marhusip gue yang sudah dilaksanakan di hari Sabtu, 15 April 2017 yang lalu. Apa sih itu Marhusip? Marhusip adalah salah satu proses menuju ke pesta pernikahan di dalam Adat Batak dan bisa juga disebut dengan lamaran. Dalam acara ini pihak keluarga besar calon pengantin laki-laki akan membawa makanan khasnya atau disebut dengan tudu-tudu sipanganon yaitu 1 ekor babi atau bisa digantikan oleh sapi ke kediaman pihak calon pengantin perempuan. Makanan tersebut disajikan di atas nampan dan sebagai balasan, pihak keluarga calon pengantin perempuan akan memberikan senampan ikan mas arsik.

Daging babi yang diberikan ke pihak keluarga perempuan

Ikan mas yang diberikan kembali ke pihak laki-laki




Para Raja Hata (Pembawa Acara) baik dari pihak calon pengantin laki-laki maupun calon pengantin perempuan akan berbalasan pantun dan selanjutnya akan diadakan rapat untuk membahas keperluan pesta seperti tanggal pemberkatan, gereja tempat pemberkatan, ulos yang diberikan, dan lain-lain. Pada saat rapat tersebut, calon pengantin akan 'disembunyikan' dan baru dipersilakan keluar ketika rapat keluarga besar sudah selesai dan diberikan uang ingot-ingot sebagai simbol pengingat pesta yang akan datang..


With Uang Ingot-Ingot

Raja Parhata Saling Memberikan Uang Ingot-Ingot

Suasana Marhusip 01

Suasana Marhusip 02




How did I feel when I was in these moment? Yang pasti deg-degan, grogi karena akan diperkenalkan ke keluarga besar Siregar alias keluarga besar calon suami gue. Berkali-kali liat cermin apakah dandanan sudah oke. Yeah, obviously okay cause my best friend, Raisa did a very good make up on me. Satu hal yang bikin gue bete cuma baju gue yang kegedean. Entah nyokap gue yang jahitnya kebesaran apa emang gue udah mengecil dengan sempurna? Tsah! Tapi apapun itu, gue bersukacita karena hari Sabtu kemarin adalah the good day for us. Semua lancar di hari itu, gak ada ngotot-ngototan. Memang, kalo suatu acara berjalan dengan tulus hati di masing-masing orang yang menghadirinya, semua akan berjalan lancar. Yang terpenting adalah berdoa dan berserah kepada Tuhan soal acara-acara seperti ini. Nah sekarang, sudah mulai makin mempersiapkan untuk hari H. Semoga semua lancar!




Thanks to :
1. MUA : Raisa Piscessa br Siahaan ( IG : @thesisters_MUA)
2. Decoration : Roemah Hantar Wulan (IG : @wulanmustika), detail price : 5 Flower Papers @20.000, Bunting Flag around Rp 100.000,- +Background tiles Rp 16.000,-
3. Photographer : Rian Samosir ( IG : @samosir_voyages)
4. Catering : By Family
5. Songket : De'Majestic Ps Mayestik Kebayoran Baru
6. Yellow Kebaya : Made by Mom