Senin, 03 Agustus 2015

Yang Tidak Perlu Dikemukakan

Teman-teman seorganisasi saya di gereja mempunyai rencana berkunjung ke salah satu gereja di kota Yogyakarta, tepatnya pada 14-17 Agustus nanti. Tadinya saya mengiyakan, tapi ternyata saya tidak punya cukup banyak 'nyali' untuk membolos pada upacara peringatan kemerdekaan RI nanti. Ketika berkali-kali ditanya kenapa tidak bisa ikut, saya hanya bisa menjawab 'Gak bisa izin, masih karyawan baru.' Dan dengan segala macam caranya, teman-teman saya mulai merayu saya agar mau mengubah keputusan saya. Mulai dari 'Kalo bilang izin dari gereja emang ga bisa?' atau 'Ayolah ikut, Kak. Nanti kita bikinin surat izin, kalo perlu gue deh yang dateng ke kepala sekolah lo.' , sampai ada yang menurut saya sih agak kasar 'Yaelah, gitu aja gak bisa izin. Si A juga guru, Si B juga guru tapi bisa izin.'  Untuk yang terakhir saya memang sempat geram, tapi saya tahan saja, daripada adu mulut. Padahal sudah panas di dalam hati ini.

Saya tidak mau melecehkan tempat kerja si A dan si B yang juga berprofesi sama dengan saya, mungkin peraturan di sekolah mereka amat amat sangat longgar,sehingga bebas saja untuk meninggalkan sekolah. Saya juga tidak mau  menanggapi terlalu dalam soal ocehan teman-teman saya.

Saya memilih diam dan menulis di blog ini.

Pertama, saya sudah tidak terlalu dekat dengan mereka. Tau sendirilah ya kalau jalan-jalan keluar kota dan menginap dengan orang-orang yang kita sendiri enggan untuk mengakrabi. Kenapa? Karena mulutnya kasar-sering menyebut penghuni kebun binatang dan nama-nama tempat setelungkup tangan di celah paha manusia,lalu  tingkah lakunya ketika bertamu terkadang -maaf- malu-maluin. Saya memang agak kasar dengan teman-teman saya di kampus dulu, tapi saya masih bisa menjaga mulut saya ini untuk tidak menyebutkan si doggie di depan altar gereja.

Kedua,  saya sudah punya kekasih (LoL). Apalagi sih yang dicari waktu ada kunjungan pemuda antar gereja. Ya pasangan hidup lah! Saya cukup menjaga mata dan hati saya agar tidak jalan-jalan kemana-mana (cukup di Jakarta aja). Relasi memang penting, tapi tujuan paling utama kunjungan itu mencari relasi hidup, bukan relasi pertemanan :p . Lagian mama saya yang ceriwis itu berkata, "Ngapain lo ikut kunjungan? Udah mau dikawinin juga, mau cari apaan lagi disana? Biarin aja mereka yang jomblo-jomblo itu yang kesana."   Ini mah mama saya yang protektif, pacar saya malah nyantai aja -_-


Jelas kan alasannya, gak mungkin saya jelasin juga ke mereka sih. Nanti dianggap  sok sibuk, caper, sok cantik, sok heboh, sok famous. Udah tau lah tabiat-tabiatnya. Padahal mah emang saya sibuk, cantik, heboh, dan famous. Terus saya bisa apa atuh kalo Tuhan ngasihnya gini?  Lalalalalalalalala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar