Apa yang bisa diceritakan oleh satuan waktu? Sebuah
transformasi, dari seorang yang sangat dikenal menjadi seorang yang begitu
asing...
dan seorang asing yang tiba-tiba menjadi bagian
hidup..
Tepat satu tahun lalu, ketika saya memutuskan untuk
mengiyakan ajakan jalan seorang laki-laki yang sudah mengenal saya sejak lebih dari 5 tahun
lalu.. Tanpa ekspekstasi berlebih. Hanya sekedar mengisi hari Sabtu yang
sama saja dengan minggu minggu sebelumnya--jalan dengan siapapun yang mengajak.
Ketika itu, hidup sedang stagnan-stagnannya. Ditinggal
pergi cinta dan berusaha untuk menyukai seseorang tapi tak bisa.
Dengan setelan dress blouse lengan panjang berwarna
oranye, converse buluk dan rambut tertata apa adanya kami memutuskan
menghabiskan malam itu.
Entah apa yang menarik perhatian dari seorang
laki-laki yang hanya mengenakan kaos berkerah, jeans dan sepatu sendal. Tapi
semakin saya berbicara banyak dengan dirinya, semakin saya ingin mengenal orang
ini lebih dalam.
Mungkin pintar.. Pun sopannya.
Apapun, kami memutuskan untuk menutup malam itu dengan
menonton resital biola klasik di auditorium Institut Kesenian Jakarta. Sebuah
keputusan dan sebuah pembuka bagi jalan berikutnya...
Suatu hari nanti, kami berencana...
kami akan berlutut didepan altar. Berjanji kepada
Tuhan kami untuk sehidup semati membangun kehidupan mengatasnamakan ibadah.
Suatu hari nanti,
Saya masih tak terbayang jika hari itu, saya menerima
ajakan yang lain.. atau menolak ajakan teman lama yang kaku dan super nyebelin
itu. Mungkin ceritanya bukan seperti ini.
Selamat satu tahun,
Benny Alden Siregar ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar