Sabtu, 07 November 2015

TIGA RATUS ENAM PULUH LIMA BERSAMA


Apa yang bisa diceritakan oleh satuan waktu? Sebuah transformasi, dari seorang yang sangat dikenal menjadi seorang yang begitu asing...
dan seorang asing yang tiba-tiba menjadi bagian hidup..


Tepat satu tahun lalu, ketika saya memutuskan untuk mengiyakan ajakan jalan seorang laki-laki yang  sudah mengenal saya sejak lebih dari 5 tahun lalu.. Tanpa ekspekstasi berlebih. Hanya sekedar mengisi hari Sabtu yang sama saja dengan minggu minggu sebelumnya--jalan dengan siapapun yang mengajak.

Ketika itu, hidup sedang stagnan-stagnannya. Ditinggal pergi cinta dan berusaha untuk menyukai seseorang tapi tak bisa.

Dengan setelan dress blouse lengan panjang berwarna oranye, converse buluk dan rambut tertata apa adanya kami memutuskan menghabiskan malam itu.

Entah apa yang menarik perhatian dari seorang laki-laki yang hanya mengenakan kaos berkerah, jeans dan sepatu sendal. Tapi semakin saya berbicara banyak dengan dirinya, semakin saya ingin mengenal orang ini lebih dalam.

Mungkin pintar.. Pun sopannya.

Apapun, kami memutuskan untuk menutup malam itu dengan menonton resital biola klasik di auditorium Institut Kesenian Jakarta. Sebuah keputusan dan sebuah pembuka bagi jalan berikutnya...

Suatu hari nanti, kami berencana...
kami akan berlutut didepan altar. Berjanji kepada Tuhan kami untuk sehidup semati membangun kehidupan mengatasnamakan ibadah.

Suatu hari nanti,
Saya masih tak terbayang jika hari itu, saya menerima ajakan yang lain.. atau menolak ajakan teman lama yang kaku dan super nyebelin itu. Mungkin ceritanya bukan seperti ini.









Selamat satu tahun,
Benny Alden Siregar ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar